Senin, 18 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pengamat: Isu Korupsi dan HAM Paling Ditunggu Masyarakat

  • Peneliti pada Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menilai, masalah korupsi yang menjadi daya tarik terbesar masyarakat dalam debat pada Kamis (17/1) besok. Pasalnya, korupsi menjadi penyakit kronis bangsa ini dan menjadi praktik sehari-hari para pejabat dan pengusaha.

    ?"Isu yang akan seksi adalah soal korupsi. Karena bagaimanapun di penghujung tahun ini, paling tidak di selama kurun waktu 2018, KPK menetapkan tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah hampir mencapai 30 orang," kata Arya di Jakarta, Rabu (16/1).

    Ia menjelaskan, fakta tersebut menjadi daya tarik atau intensi yang sangat besar dari masyarakat. Mereka ingin mengetahui apa prioritas pemerintah terhadap pemberantasan korupsi. Terutama, dari sisi korupsi politik.

    "Apa yang ingin pemerintah lakukan untuk menangani tindak pidana korupsi itu. Isu korupsi tanpa menegasikan isu lainnya jauh punyamagnitude yang besar," jelasnya.

    Arya menegaskan, pasangan calon (Paslon) yang tampil denganperformance baik akan mendapat efek yang besar dari debat. Ditambah jika dari substansi sangat siap dan sesuai kondisi rill masyarakat.

    "K?andidat harus mampu tampil dengan performa yang baik. Kemudian gesture, body language, komunikasinya yang baik. Kemudian substansi, gagasan, dan program harus kuat," bebernya.

    Menurutnya, jika kandidat bisa unggul di dua hal tersebut, pihaknya percaya debat akan mampu mempengaruhi pemilih. Terutama, kalangan pemilih baru, milenial, dan pemilih yang masih ragu-ragu.

    "Namun, bagi pemilih yang sudah loyal, debat atau enggak debat,enggak punya arti apa-apa. Hanya sebagai tontonan saja. Penambahan informasi lah ya. Tapi untuk mengubah orang itu, kecil sekali," tutup Arya.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research And Conslunting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, masalah ?korupsi dan penegakan hukum akan lebih menjadi perhatian dan menarik simpati pemilih?.

    Menurutnya, capres nomor urut 01 harus mampu menjelaskan semua capaiannya dalam penegakan hukum, sehingga tidak terkesan lemah dalam soal penegakan hukum dan keadilan. Pasalnya, Jokowi bakal ditagih janjinya dalam menyelesaikan kasus kasus HAM selama ini. Sementara, capres nomor urut 02 harus membantah semua tuduhan selama ini yang dianggap pelanggar HAM.

    "Isu HAM ini penting namun jauh lebih penting bagi masyarakat adalah soal penegakan hukum dan keadilan. Kalau debat HAM sudah tahu kisi-kisinya yaitu hanya akan berkutat pada soal prestasi dan menagih janji Jokowi dalam menuntaskan kasus HAM selama ini. Sementara Prabowo soal rekam jejak dan beban HAM masa lalunya yang akan diungkit kembali," jelas Pangi.

    Ia menyebutkan, ?debat HAM masing masing capres sudah menyiapkan jurus pamungkas. Masing masing punya kartu truf dan kartu mati yang akan diserang ke kubu lawan. Apalagi debat sudah ada kisi-kisinya, sehingga hampir sulit nanti menemukan ada dealetika daya kejut. Hal itu karena sudah tahu arah dan jalan pikiran masing masing capres.

    "Jokowi akan berupaya menjelaskan semua manumen prasasti keberhasilan dalam soal HAM, demokrasi, hukum dan terorisme. Sementara sang penantang akan terus mendesak dan menagih janji kampanye petahana selama lima tahun belakangan. Apa sudah bisa dijalankan atau hanya sebuah janji ruang kosong yang tak ditepati," tutup Pangi.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Debat tidak Pengaruhi Pilihan Pemilih Jelang Pilpres

    Debat tidak mempengaruhi pilihan politik masyarakat jelang Pilpres 9 Juli 2014.  Ini ditunjukkan oleh hasil poling dari Indikator Politik Indonesia sebelum dan sesudah debat.Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi,…