Sabtu, 19 Januari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Generasi Milenial Wajib Melek Politik

  • Istilah milenial menjadi marak akhir-akhir ini, terutama mendekati tahun politik, yaitu Pemilu 2019. Milenial sendiri merupakan istilah untuk generasi yang lahir pada rentang tahun 1980-an hingga tahun 2000. Dengan kata lain, generasi milenial adalah generasi muda yang berusia sekitar 18–38 tahun yang hidup dalam dunia yang dipenuhi peralatan elektronik dan jaringan online.

    Generasi ini lebih suka mendapat informasi dengan mencarinya ke Google atau perbincangan pada forum-forum agar mereka tetap up-to-date. Dalam pemilu nanti, posisi generasi milenial sangat diperhitungkan karena mereka adalah bagian penentu dari kemajuan dan keberhasilan demokrasi baik di tingkat daerah maupun nasional.

    Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih milenial mencapai 70–80 juta jiwa dari 193 juta pemilih. Artinya sekitar 35–40 persen memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu dan menentukan siapa pemimpin pada masa mendatang.

    Generasi milenial menjadi sasaran empuk bagi politisi-politisi yang ingin mengajukan diri sebagai anggota dewan karena kondisi idealis pemuda yang mudah sekali dipengaruhi tentang keberpihakan, selain itu, karena semakin banyak politisi yang menyadari pentingnya peran media sosial sebagai cara untuk memperoleh kemenangan pada pemilu.

    Dalam politik demokrasi saat ini, segala cara dan upaya dihalalkan untuk meraih kemenangan. Meraih kekuasaan merupakan tujuan tertinggi yang ingin dicapai dalam pesta demokrasi serta menjadi sarana untuk meraih materi keduniawian. Oleh karena itu, wajar jika dari realitas politik demokrasi seperti ini lahir para penguasa yang tak sungguh-sungguh menginginkan rakyat ada dalam kebaikan. Kepentingan diri pribadi dan kelompok justru menjadi hal yang diutamakan. Oleh karena itu, muncul pada sebagian orang, stigma bahwa politik adalah sesuatu yang kotor dan harus dihindari.

    Berbeda halnya dengan sistem politik Islam. Dalam Islam, politik memiliki makna yang demikian mulia. Politik dimaknai sebagai pengurusan urusan umat baik di dalam maupun luar negeri, hanya dengan hukum-hukum Islam. Dan dalam Islam politik merupakan salah satu manifestasi keimanan, bahwa Allah adalah pencipta sekaligus pengatur kehidupan dengan jalan menurunkan risalah Islam.

    Dengan demikian, Islam adalah politik. Politik adalah Islam. Islam tak mengenal pemisahan agama dari politik. Politik terikat dengan halal dan haram. Aktivitas politik dalam Islam didedikasikan untuk kepentingan umat dan kemuliaan risalah Islam. Sehingga politik Islam tampak berdimensi duniawiah sekaligus ukhrawiyah.

    Aktivitas politik inilah yang semestinya lekat pada para pelaku politik, baik di tataran individu, kelompok/jamaah/partai, maupun negara. Di tataran individu, aktivitas politik tampak dalam keterikatannya pada hukum-hukum syariah di saat memecahkan seluruh problem yang dihadapinya. Juga akan tampak pada kehidupan sosial di tengah lingkungan masyarakatnya, termasuk dalam aktivitas dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

    Di tataran kelompok, aktivitas politik Islam ini tampak dalam keseriusannya berjuang mencerdaskan umat agar Islam dipahami dengan benar, diyakini dan diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan. Serta terdepan dalam memperjuangkan tegaknya hukum-hukum Islam dalam kehidupan.

    Adapun dalam tataran negara atau penguasa, maka aktivitas politik Islam akan tampak dalam konsistensinya menerapkan seluruh hukum-hukum Islam baik di dalam maupun luar negeri (hubungan antar negara). Negara akan mengatur seluruh peri hidup rakyat dan menyelesaikan seluruh problem kehidupan mereka hanya dengan Islam, karena negaralah institusi pelaksana politik Islam sebenarnya. Institusi ini bernama khilafah, yang merupakan warisan Rasulullah.

    Setelah memahami perbedaan antara sistem politik demokrasi dengan sistem politik Islam seyogianya generasi milenial yang merupakan mayoritas muslim saat ini senantiasa berperan aktif dalam perpolitikan, yakni dengan menjadi bagian dari pengemban misi dakwah Islam. Dan bukan sekadar dimanfaatkan menjelang tahun politik untuk diambil suaranya atau malah terjerumus dalam politik praktis demokrasi.

    Dengan menjadi aktivis dakwah, berjuang untuk kembali melanjutkan kehidupan Islam seperti yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Dan sejak Rasulullah mewariskan Islam yang didirikannya di Madinah Al Munawarah dan ditegakkan oleh para sahabat dan generasi-generasi setelahnya. Maka selama 14 abad umat Islam dan umat lainnya bisa merasakan kehidupan sejahtera dan penuh berkah.

    Tentang hal ini cukuplah pernyataan Will Durrant dalam bukunya sebagai bukti. Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapa pun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka.

    Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar luas sehingga berbagai ilmu, sastra, falsafah dan seni mengalami kejayaan yang luar biasa; yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Bansos Tak Boleh Jadi Instrumen Politik

    Tujuan utama dana bantuan sosial adalah untuk mengurangi risiko sosial yang terjadi di masyarakat dan meningkatkan daya beli. Jumlah dana bantuan sosial yang cukup besar, tahun ini Rp…
  • sample9

    Peran Perempuan di Ranah Politik Formal Masih Minim

    Direktur Eksekutif Women Research Institute Sita Aripurnami mengungkapkan peran perempuan dalam ranah politik formal masih minim. Dua fakta bahwa peran perempuan masih minim, yakni keterwakilan di pemilihan kepala daerah (pilkada)…
  • sample9

    Edukasi Politik Melalui Media

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas berpendapat partai politik tidak banyak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat."Pendidikan politik itu tidak ada. Saya berani memprediksi Pemilu 2019 minimal seperti ini,"…
  • sample9

    Politik Pemilu

    PEMILU legislatif merupakan kesempatan bagi warga negara untuk memilih orang-orang baik yang akan memperjuangkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Persoalannya, baik menurut rakyat belum tentu baik menurut calon anggota legislatif, belum…
  • sample9

    Partai Politik Boleh Terima Sumbangan Hingga Kampanye Usai

    Komisi Pemilihan Umum memperbolehkan partai politik peserta pemilu menerima sumbangan dana dari calon anggota legislatif maupun pihak ketiga hingga masa kampanye berakhir pada 5 April mendatang, kata Komisioner KPU Hadar…
  • sample9

    Ini Format Kampanye Rapat Umum Bagi Partai Politik

    Jajaran Komisi Pemilihan Umum  merancang jadwal kampanye dalam bentuk rapat umum secara integral antara KPU Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota. KPU mengatur kampanye partai politik secara bergilir berdasarkan provinsi."Empat partai kampanye…
  • sample9

    Perguruan tinggi jangan antipolitik

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Marzuki Alie menyarankan seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia untuk tidak anti terhadap politik.
  • sample9

    Kampus dapat manfaatkan 2014 untuk pendidikan politik

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, momentum tahun politik 2014, yang tidak terjadi tiap tahun, dapat dimanfaatkan pimpinan perguruan tinggi untuk melakukan pendidikan politik. 
  • sample9

    Galang Kerukunan di Tahun Politik

    HARI Kerukunan Nasional disetujui Presiden untuk diperingati setiap tanggal 3 Januari. Pencanangannya dilakukan oleh Wakil Presiden (Wapres) Boediono, Minggu (5/1), dan diramaikan oleh gerak jalan yang diikuti 130 ribu orang.…
  • sample9

    RUU PIlkada Akan Atur Larangan Politik Dinasti

    Anggota Komisi II DPR RI Malik Haramain mengatakan semua fraksi telah menyetujui larangan penerapan politik dinasti dalam Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah."Meski RUU-nya belum diputus, tapi semua fraksi hingga Minggu…
  • sample9

    Politik dinasti terbentuk karena kesalahan parpol

    Maraknya politik dinasti di beberapa daerah, menjadi tanggung jawab partai politik (parpol). Pasalnya, politik dinasti tidak akan menjadi persoalan jika dalam proses rekruitmen dilakukan transparan dan akuntabel dengan menimbang kemampuan…
  • sample9

    Maraknya Politik Dinasti di Indonesia

    Salah satu efek samping dari pilkada dengan melahirkan dinasti-dinasti di daerah. Banyak anak dan isteri yang menggantikan ayah dan suami mereka untuk memimpin daerah.