Selasa, 18 Desember 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Masyarakat Harus Lebih Dewasa Sikapi Isu SARA

  • Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Ciekek Pandeglang, Banten KH Ujang Rafiudin meminta semua pihak menyikapi secara dewasa isu isu berkaitan dengan politik identitas yang berkembang disaat ada pesta demokrasi.

    KH Ujang Rafiudin mengatakan isu itu memang harus disikapi dewasa dan hati-hati karena setiap pemilu sudah beberapa kali terjadi isu-isu semacam itu.

    "Para kiai serta ulama bisa melakukan sosialisasi kepada umat supaya tidak salah paham dan menyikapi isu-isu itu dengan kepala dingin dan tidak emosi," ujar Ujang, Senin (3/12) ketika dikonfirmasi.

    Kiai Ujang juga mengatakan pentingnya menjaga persatuan umat dalam tahun politik 2019 ini. Jangan sampai umat terpecah belah dan diadu domba oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.

    "Boleh berbeda pilihan, tetapi kita semua bersaudara jadi harus bersama sama menjaga keutuhan NKRI ini. Jangan sampai dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang tidak jelas," tambahnya.

    Sementara itu, Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng dan Pengurus (Mustasyar) PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin meminta semua pihak menyikapi secara dewasa isu-isu yang diangkat untuk menggiring pada sentimen agama.

    “Lebih baik Tabayun, kalau mendengar isu-isu semacam itu dibuatlah forum silaturahmi ulama pesantren. Jangan kemudian terpancing panas, jangan bertindak sendiri. Supaya tidak salah paham,” ujar Gus Kikin.

    "Jangan gara-gara Pilkada dan Pilpres karena berbeda pilihan kita jadi terpecah. Kita ini satu bangsa, satu tanah air tentunya harus menjaga keutuhan NKRI ini. Jika situasi memanas justru bisa dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menciptakan kekacauan. Serta saling menjaga dan membantu Polri untuk bersama sama menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat," tandasnya.


    Files Download :

Related Posts