Rabu, 20 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Mendagri Selalu Serukan Lawan Racun Demokrasi

  • Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai menteri yang memiliki hubungan kemiteraan dengan partai politik, selalu mendapat undangan untuk mengisinya, baik sebagai keynote speech  maupun narasumber. Ia menyempatkan hadir pada setiap undangan acara workshop yang diselenggarakan partai politik, seperti halnya menghadiri acara Workshop Pimpinan dan Anggota  DPRD  yang diselenggarakan Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) di Grand Paragon Hotel, belum lama ini

    "Hampir semua partai politik dan Assosiasi DPRD, mengundang saya dalam kapasitasnya sebagai Mendagri.  Untuk workshop hari ini kebetulan juga saya sebagai kader partai. Secara prinsip satu konsolidasi demokrasi lewat Pilkada serentak sukses diselenggarakan apapun dinamikanya.  Pemerintah dan semua partai politik harus mengapresiasi kerja KPU, Bawaslu, DKPP dan termasuk teman - teman media yg telah sukses menyelenggaran Pilkada serentak thn 2015, 2017 dan 2018,” tuturnya.

    Dalam setiap kesempatan, Tjahjo selalu mengingatkan para kader partai politik dan DPRD manapun untuk melawan yang ia sebut “Racun Demokrasi”. "Tahapan Pemilu Serentak 2019 Pileg dan Pilpres ini sangat panjang waktunya khususnya kampanye Pilpres. Mari kita lawan yang namanya racun demokrasi. Satu yang namanya politik uang, kedua mari kita lawan kampanye negatif, yang mengandung ujaran kebencian, fitnah, politisasi SARA, itu harus kita lawan bersama karena itu adalah racun-racun yang merusak peradaban demokrasi yang berdasarkan Pancasila,” seru Mendagri Tjahjo Kumolo.

    Selain itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menaruh perhatian terkait tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2019, dalam setiap kesempatan dihadapan kader partai politik, termasuk pada saat menghadiri Workshop DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota yg dilaksanakan oleh DPP PDIP. "Mari kita tingkatkan partisipasi pemilih masyarakat supaya maksimal mencapai dan melampaui target KPU yakni 77,5 persen,” kata dia.

    Kampanye

    Lebih lanjut, Ia juga menyerukan kepada tim sukses, baik kampanye Pileg maupun Pilpres untuk lebih mengedepankan kampanye adu ide, adu konsep, program, dan gagasan yang memberi pendidikan politik bagi masyarakat.

    "Mari kita ajak semua tim sukses capres dan cawapres untuk kampanye adu adu konsep, program, dan gagasan. Saya sebagai bagian dari Pemerintah saat ini, sudah menjadi kewajiban  saya untuk mensosialisasikan seluruh program yang sedang dan sukses dikerjakan pemerintahan pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla,” ungkapnya.

    Mendagri Tjahjo Kumolo juga tidak henti – hentinya mengingatkan di hadapan para kader partai politik akan  ancaman negara yakni area rawan korupsi, termasuk di dalamnya markup, jual beli jabatan, pengadaan barang jasa serta berbagai macam proyek harus dicermati oleh teman - teman daerah khususnya dia dan semua kepala daerah, DPRD dan kader parpol untuk hati-hati pada area rawan korupsi tersebut di samping masalah Narkoba dan mencermati setiap latar perkembangan yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme, serta peka akan masalah kesenjangan dan ketimpangan sosial,.

    "Kita semua memiliki tanggungjawab yg sama untuk mengawal keberlangsung NKRI. Sebagaimana yangg pesan Jenderal Sudirman bahwa  kejahatan akan merajalela jika orang2 baik berdiam diri". Kita semua yg hadir adalah orang-oramg baik, kita.tidak boleh.berdiam.diri jika disekiling melihat gelagat adanya empat ancaman negara tersebut (Narkoba, Radikalisme, Korupsi dan Ketimpangan Sosial). Mari.bergerak bersama kita melawan Racun Demokrasi yang akan merusak peradaban demokrasi Indonesia. Dan Mari kita sukseskan pembangunan ekonomi dan infrastruktur sosial demi kejayaan dan kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia."


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Mendagri Ungkap Indonesia Negara Peraturan

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Indonesia sebagai negara peraturan lantaran banyaknya jumlah peraturan yang ada di tanah air. "Terkait efektivitas dan efisiensi yang menjadi arahan Presiden, ternyata negara kita negara…
  • sample9

    Mendagri Ingin Kembali Kedepankan Siskamling

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ingin kembali mengedepankan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk masalah penanganan konflik. Hal tersebut diungkapkan usai menutup Rapat Kordinasi Koordinasi Nasional…
  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    Mendagri: Stabilitas Nasional Tergantung Kerukunan Masyarakat

    <header 10;="" top:="" 0px;="" width:="" 360px;="" padding:="" margin:="" font-family:="" 'helvetica="" neue',="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" line-height:="" 17.6px;="" position:="" fixed="" !important;"=""><div class="fixed-top" 50px;="" background:="" rgb(210,="" 28,="" 30);"="">
  • sample9

    Kemendagri Fasilitasi Kepesertaan BPJS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan…
  • sample9

    Ini Pesan Mendagri Terkait Pilkada Serentak

    Kecamatan masih dianggap sebagai tempat yang paling berpeluang besar melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak di 296 wilayah provinsi, kabupaten/ kota, pada 9 Desember mendatang.…