Senin, 19 November 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Radikalisme Menjurus Teror Perlu Dicegah

  • Radikalisme marak di lingkungan kampus. Radikalisme menjurus aksi teror sepatutnya dicegah dan dihindari. “Tentu yang kita hindari radikal itu, melakukan dengan kekerasan. Dengan pikiran kemudian berbuat, dari radikal menjadi teror. Itu yang harus dijaga,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

    Hal itu dikemukakan JK menjawab pertanyaan wartawan mengenai radikalisme di kampus, seusai upacara pelantikan di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (2/11). “Saya kira (radikalisme) itu tergantung suasananya,” ujar JK.

    Ia menjelaskan, seseorang yang taat dalam menjalankan ibadah agama, belum tentu dikategorikan radikal. “Radikalisme itu tentu juga harus dirumuskan dengan baik. Kalau orang taat (beragama), belum tentu dia radikal,” jelas JK yang baru melantik 1.994 orang Calon Muda Praja IPDN Angkatan XXIX Tahun 2018.11.2

    Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan, kampus IPDN bersih dari paham-paham radikalisme. “Kami aman. Kampus IPDN pusat dan daerah kami pastikan bersih dari radikalisme, segala hal yang bertujuan memecah belah bangsa,” kata Tjahjo.

    Ia menambahkan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan dan mengecek setiap praja IPDN. “Kami juga adakan pembinaan ideologi. Ada semua. Kami ingin praja IPDN menjadi pelopor revolusi mental dan perekat NKRI. Kami minta praja lawan kelompok-kelompok yang ingin ganti Pancasila sebagai dasar negara,” imbuhnya.


    Files Download :

Related Posts