Sabtu, 21 Juli 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Ormas Wajib Jadi Pembela Pancasila

  • Organisasi masyarakat (ormas) harus berpegang teguh pada Pancasila. Terlebih ormas yang menyandang nama Pancasila, misal Pemuda Pancasila (PP). Ormas PP harus jadi pembela dan memberlakukan nilai-nilai yang terkandung dalam semua sila di Pancasila.

    "Ormas PP ini membawa nama besar Pancasila. Dalam setiap mengambil kebijakan politik sebagai ormas dia harus mememang teguh sila-sila yang ada dalam Pancasila," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam Forum Kemitraan Ormas Pemuda Pancasila yang digelar di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri di Jakarta, Sabtu (5/5/2018).

    Imbauan itu berlaku untuk semua ormas. Tjahjo berharap semua ormas bisa melaksanakan sila dalam pancasila. Tak hanya ormas, Mendagri juga berpesan upaya tersebut berlaku pula untuk tiap pengambilan keputusan politik atau kebijakan pembangunannya, juga mesti merujuk pada

    spirit yang dikandung dalam Pancasila.

    "Dalam mengorganisir, menggerakkan masyarakat  tidak lepas dari sila- sila dalam Pancasila, termasuk menjaga kebhinekaan, NKRI, UUD 1945," kata Tjahjo.

    Dalam forum tersebut, Kemendagri juga mengundang ormas-ormas yang tercatat resmi di Tanah Air.

    "Sehari kita memberikan pendalaman supaya lebih memahami," katanya.

    Tidak lupa Tjahjo menegaskan, masalah Kebhinekaan tak perlu diributkan lagi. Masalah ini sudah selesai. Apalagi sudah 72 tahun usia kemerdekaan  Indonesia. Kalau ada yang terus mempersoalkan, ini yang harus dipertanyakan. Intinya, hargai perbedaan. Termasuk perbedaan  pilihan politik. Jangan kemudian hanya berbeda pilihan politik lantas ribut. Yang bikin masygul, karena beda pilihan sampai ribut di tengah jalan. Ini bukan contoh yang baik bagi masyarakat. Tidak memberi pendidikan politik bagi publik.

    "Sekarang sudah 72 tahun merdeka kita masih ribut masalah kebhinekaan. Masih ribut urusan perbedaan. Bayangkan ganti presiden saja dan yang setuju masih ribut. Harusnya kan menghargai. Saya mau Pak Jokowi, saya tidak ya nanti silahkan gunakan hak pilihnya di TPS, jangan ribut ribut di jalan. Itu ada forumnya dikotak suara, di TPS. Ini kok sampai ribut- ribut kan tidak ada etika politik padahal ini bangsa yang harus menjaga sopan santun etika budaya," kata Tjahjo.


    Files Download :

Related Posts