Minggu, 17 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Atur Tata Kelola Ormas, Kemendagri Gelar Kegiatan Bimtek Sistem Informasi Ormas bagi Pengurus Ormas

  • Dinamika pertumbuhan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang cukup tinggi di Indonesia memerlukan penanganan yang serius guna mengatur lalu lintas aktivitas Ormas  di ruang publik agar tidak saling bersinggungan.

    Karena itu, guna memperkuat regulasi yang sudah ada, Kemendagri melalui Direktorat Organisasi Kemasyarakatan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum menggelar  Kegiatan Bimtek Sistem Informasi Ormas bagi Pengurus Ormas di Jakarta, Rabu (3/5/2018).

    Peserta Dalam Kegiatan Bimtek Sistem Informasi Ormas terdiri dari para Direktur di Lingkungan DirektoratJenderal Politik dan Pemerintahan Umum, pejabat Eselon III dan IV serta JFU di Lingkungan Dirjen Polpum, Kepala Bidang dan JFU Yang Membidangi Organisasi Kemasyarakatan di Badan Kesbangpol Provinsi dan Kabupaten/Kota Terpilih serta para Narasumber.

    Dalam sambutan pengarahannya Dirjen Polpum, Soedarmo yang diwakili oleh Sekretaris Ditjen Polpum, Didi Sudiana mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah organisasi kemasyarakatan yang sangat besar dalam berbagai jenis dan bentuk, semakin beragam dan luasnya bidang/sektor garapan organisasi kemasyarakatan, serta makin  tingginya intesitas kegiatan Ormas diruang publik, tentunya sangat menyita energi kita dalam  memberikan pelayanan, mengatasi masalah-masalah yang timbul dan seringkali dihadapan dalam posisi yang tidak menguntungkan.

    Kemendagri mencatat data Ormas hingga tanggal 24  April 2018 berjumlah 378.676 Rinciannya,  yang sudah memiliki Surat Keterangan Tetap (SKT) berjumlah 839 dengan rincian yang ada di  Kemendagri berjumlah  715, Provinsi 8.170. Kab/Kota 16.954. Data di Kemenlu sebanyak 83, dan data di Badan Hukum Kemenkumham 837 dengan rincian Yayasan  207.212 dan  Perkumpulan 145.625.

    “Dengan jumlah yang besar itu, kita semua  bisa membayangkan betapa rumitnya mengatur lalu lintas aktivitas Ormas  di ruang publik agar tidak saling bersinggungan, baik dalam konteks hubungannya dengan komponen bangsa lainnya. Pada sisi lain, diakuinya bahwa negara saat ini tidak memiliki aturan yang konfrehensif yang mampu menciptakan tertib administrasi dan hukum bagi Ormas,” ujar Soedarmo.

    Akibatnya adalah setiap terjadi masalah keormasan, Pemerintah mendapat  kritik tajam dari masyarakat antara lain: Pemerintah terkesan saling menunggu, saling lempar tanggungjawab dan negara dianggap tidak hadir saat dibutuhkan. Kritikan masyarakat tersebut patut  untuk kita renungkan bersama dan diatasi  secara bersama-sama juga.

    “Kemendagri memandang sudah saatnya pengaturan Ormas dipermudah melalui teknologi informasi yang bisa menjadi solusi yang baik guna terciptanya efisiensi koordinasi dan terjaganya validitas data dan informasi. Sebagai salah satu upaya dalam penataan peran Ormas, dirasa perlu adanya penataaan data dan informasi yang lengkap tentang Ormas,” paparnya.

    Kemendagri saat ini sudah ada aplikasi database Ormas yang dimiliki oleh Direktorat Organisasi Kemasyarakatan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, yang sudah cukup membantu dalam pengelolaan data dan informasi Ormas. Namun aplikasi tersebut masih bersifat offline. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa data dan informasi terkait keormasan, tersebar di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

    Oleh karenanya diperlukan sebuah sistem informasi yang bersifat online berbasis web, untuk mempermudah sinkronisasi data Ormas. Selain itu diperlukan juga adanya tampilan aplikasi yang menyajikan data berdasar kewilayahan dan bidang kegiatan Ormas, secara realtime.

    “Pengembangan Sistem Informasi Ormas diharapkan mampu untuk melakukan perawatan data, pemutakhiran data, analisis data, menunjang tugas pokok dan fungsi Direktorat Organisasi Kemasyarakatan. Pengembangan SIORMAS merupakan bagian awal dari inovasi atau perubahan penyusunan database ormas agar seluruh data mengenai keberadaan mereka dapat terpetakan dan terintegrasikan secara nasional,” pungkasnya. 


    Files Download :

Related Posts