Sabtu, 20 Oktober 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Perludem: Pilpres Miskin Ide dan Gagasan

  • Hiruk pikuk Pemilihan Presiden (Pilpres) semakin memanas. Nama-nama yang disebut bakal bertarung mewarnai halaman utama media massa setiap hari. Tagar #Presiden2Periode dan #Pokoknya2019GantiPresiden atau sejenisnya pun merajai percakapan di linimasa media sosial belakangan ini. Namun, wacana yang berkembang belakangan ini hanya soal siapa berpasangan siapa melawan siapa. Sementara nyaris tak terdengar ide dan gagasan yang ditawarkan untuk membawa Indonesia lebih baik ke depan.

    Padahal, Pemilu sejatinya merupakan cara atau mekanisme yang dipilih bangsa Indonesia dalam berdemokrasi untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional, yakni masyarakat yang sejahtera adil dan makmur.

    Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengatakan, Pemilu yang miskin ide dan gagasan tidak terlepas dari perilaku elite politik yang hanya mengedepankan perbedaan pilihan politik. Elite, kata Titi tidak berupaya untuk mengedukasi pemilih mengenai kedewasaan berpolitik dengan saling menghargai keberagaman dan perbedaan politik. Tak hanya itu, elite politik pun hanya membangun narasi soal figur tanpa menyertakan mengenai gagasan dan program yang diusung.

    "Kondisi tak lepas dari perilaku elite yang membangun diskursus hanya mengedepankan perbedaan pilihan politik tanpa ada upaya maksimal untuk mengedukasi pemilih soal kedewasaan berpolitik dengan saling menghargai keberagaman dan perbedaan pilihan. Selain itu narasi yang dibangun melulu soal figur elit tanpa menyertakan pemahaman tentang gagasan dan program yang diusung," kata Titi kepada SP, Senin (30/4).

    Selain itu, Titi menilai UU Pemilu berkontribusi terhadap situasi saat ini. Dikatakan, pemberlakuan ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold membuat figur-figur alternatif sulit lahir. Akibatnya, masyarakat sebagai pemilih terfragmentasi dengan minimnya pilihan atas calon.

    "Fragmentasi yang terjadi saat ini juga disumbangkan karena minimnya pilihan atas calon yang ada akibat pemberlakuan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Membuat figur-figur alternatif sukar lahir. Akhirnya kita terjebak pada kebuntuan pilihan," katanya.

    Elite politik, kata Titi, pada akhirnya hanya berbicara bagaimana merebut kekuasaan. Sementara fungsi pendidikan politik warga terabaikan.

    "Itu jadi problem besar kontestasi elektoral kita saat ini," katanya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Debat tidak Pengaruhi Pilihan Pemilih Jelang Pilpres

    Debat tidak mempengaruhi pilihan politik masyarakat jelang Pilpres 9 Juli 2014.  Ini ditunjukkan oleh hasil poling dari Indikator Politik Indonesia sebelum dan sesudah debat.Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi,…
  • sample9

    Rakornas Dalam Rangka Pemantapan Pelaksanaan Pilpres Tahun 2014

    Pemilu merupakan salah satu pilar demokrasi sebagai wahana untuk mendapatkan legitimasi bagi sebuah pemerintahan.  Sehingga dengan demikian, pemerintahan yang dihasilkan dari pemilu diharapkan merupakan pemerintahan yang mendapat legitimasi yang kuat…
  • sample9

    13 Instruksi Presiden Soal Pelaksanaan Pilpres 2014

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka Rakornas Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat.     "Pada kesempatan ini…
  • sample9

    Pilpres Butuh Restu Rakyat

    Koalisi PDI Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nasdem yang mengusung…
  • sample9

    Profesionalisme Media Pada Pilpres 2014

    Terkait dengan momentum Pemilihan Presiden 2014, media khususnya media sosial memiliki peran yang cukup signifikan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang sosok pemimpin Indonesia di masa mendatang. Pemimpin yang akan…
  • sample9

    Menciptakan Pilpres yang Demokratis dan Bermartabat

    Menjelang Pilpres 2014 berbagai trik dan intrik dilakukan calon presiden (Capres) melalui partai politiknya. Tidak ada kata menyerah, berbagai hal dilakukan dalam merebut parpol untuk berkoalisi agar memenuhi standar pencapresan.Capres…
  • sample9

    Survei Polling Center: 93,2% Beri Suara Saat Pilpres

    Kesadaran publik untuk mengikuti Pemilihan Umum 2014 kini semakin besar. Hal tersebut terlihat dari hasil survei Polling Center. Hasil survei itu menyebutkan, mayoritas masyarakat di Indonesia akan memberikan suaranya pada…
  • sample9

    RUU Pilpres Dihentikan Karena PT

    Anggota Baleg Fraksi PDI Perjuangan, Arif Wibowo menjelaskan, pembahasan revisi UU Pilpres menjadi kontraproduktif karena fraksi bersikukuh pada persoalan mempertahankan atau menurunkan angka presidential thereshold. "Yang tidak produktif itu thereshold.…
  • sample9

    Baleg resmi hentikan pembahasan revisi UU Pilpres

    Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyepakati untuk menghentikan pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres).Dengan demikian, untuk pilpres yang akan datang tetap menggunakan UU Pilpres…
  • sample9

    Revisi UU Pilpres Resmi Dibatalkan

    Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat memutuskan untuk menghentikan rencana revisi Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Menurut Ketua Badan Legislasi, Ignatius Mulyono, keputusan ini akan…
  • sample9

    RUU Pilpres Diputus 3 Oktober

    Metrotvnews.com, Jakarta: Hasil lobi antarfraksi terkait menyepakati nasib revisi UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden akan diputuskan Kamis (3/10) dan dilakukan di tingkat Badan Legislasi.…