Rabu, 19 Desember 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Rayakan Isra Mi’raj, Kemendagri Gelar Wayang Kulit “Samba Juwing Tekan Arjuna Wiwaha”

  • Kementrian Dalam Negeri melalui Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Direktorat Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya akan menggelar Wayang Kulit sekaligus Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini di halaman kantor Kemendagri pada Jum’at (13/4/2018) mulai Pukul 19.30 WIB sampai selesai.

    Sejumlah acara yang mengiringi yaitu Do’a Damai Indonesia diiringi alunan Asmaul Husna, pemberian tali asih kepada anak yatim,  oleh Bapak Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, penyerahan piagam kepada Dalang, Sinden, Pengerawit, dan Tim Band dilanjutkan dengan penyerahan wayang oleh Mendagri kepada Dalang Ki Sujiwo Tejo.

    Menurut Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Kemendagri, Drs. Lutfi, TSM, M.Si  pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk ini akan  dibuka dengan sambutan oleh Mendagri ini dihadiri jajaran pejabat di lingkungan Kemendagri dan masyarakat sekitar.

    Lutfi menjelaskan, pesan-pesan yang disampaikan dalam lakon “Samba Juwing Tekan Arjuna Wiwaha” ini relevan dengan pesta demokasi yang tengah berlangsung berupa Pilkada Serentak 2018 dan Pemlihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

    “Pagelaran Wayang Kulit ini ini merupakan bentuk Pelestarian Budaya sebagai perekat Bangsa,” ujar Lutfi.

    Dia menuturkan,  pagelaran wayang kulit sesungguhnya merupakan salah satu Mahakarya seni pertunjukan di Indonesia khususnya Jawa. Wayang kulit yang sudah menjadi satu dalam sosiokultur dan keyakinan (religi) bangsa Indonesia, membuat wayang kulit sangat digemari karena isi wayang kulit yang penuh akan nilai-nilai pendidikan moral dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Selain itu, kata Lutfi, pagelaran Wayang Kulit ini bertepatan dengah hajatan pesta demokrasi yang tengah berlangsung saat ini. Dalam pesta demokrasi itu, tentu akan ada persaingan ketat menuju kursi gubernur, bupati dan walikota pada gelaran hajatan Pemilihan Kepala Daerah Serentak (Pilkada Serentak 2018) dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak politik di sejumlah daerah.  Gejolak politik itu muncul  dari mulai kampanye hitam hingga bernuansa SARA dan Hoax yang mungkin akan dipublikasikan oleh para pasangan calon kepala daerah.

    Karena itu, lanjut Lutfi, guna menghindari gejola instablitas dalam Pilkada Serentak dan Pemlihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 sekaligus memunculkan suasana Pilkada yang sejuk,  Kemendagri mengharapkan agar pesan-pesan politik yang ada dalam lakon Samba Juwing Tekan Arjuna Wiwaha” berupa pesan Pilkada yang sejuk dan damai dapat diikuti oleh paslon yang bertarung memperebutkan kursi gubernur, bupati dan walikota.

    Dia menambahkan pesan-pesan politik yang ada dalam drama Samba Juwing Tekan Arjuna.

    Wiwaha sangat relevan dengan kontestasi Pilkada Serentak 2019 dan Pilpres 2019 bahwa politik itu bukanlah persoalan pertarungan kekuasaan semata tetapi harus dilihat sebagai manifestasi untuk memperjuangkan amanat dari rakyat untuk mewujudkan tatanan politik demokratis, beradab dan bermartabat.

    “Brahmana dan Ksatria bukanlah kelompok yang harus dibedakan Ulama bisa menyandang tugas kenegaraan. Penguasa bisa menyandang tugas sebagai penjaga moral,” papar Lutfi menyarikan pesan-pesan dalam pagelaran Samba Juwing Tekan Arjuna Wiwaha.

    Sementara itu, Kasubdit Ketahanan Seni Budaya, Elly Yuniarti, MM menambahkan bahwa apa yang disampaikan dalam wayang kulit itu isinya ingin mengajak masyarakat politik di Indonesia agar dalam menjalani pesta demokrasi di tahun 2018 dan 2019  ini menjaga persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa tetap harus dipertahankan. Konstestasi pilkada tidak boleh merusak sendi-sendi demokrasi dan merusak persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa.

    “Pesan luhur dari lakon Wayang kulit yang menyampaikan bahwa kebaikan selalu dapat mengalahkan keburukan. penyampaian etika, norma, kebenaran, moral, maupun kejujuran dalam wayang kulit kepada masyarakat Indonesia, agar masyarakat Indonesia mendapat ketenangan dan kenyamanan hidup dalam hajatan pesta demokrasi ini,” papar Elly.

    Elly mengharapkan, melalui Pagelaran Wayang Kulit ini kita menghidupkan spirit untuk merekat budaya bangsa sekaligus mengharapkan akan ada marwah yang akan turun kepada pemimpin yang mumpuni dalam memimpin bangsa Indonesia.


    Files Download :

Related Posts