Selasa, 18 Desember 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Kawal Tahun Politik, Kemendagri Gelar Forum Demokrasi dengan Mahasiswa dan Dosen

  • Kementerian Dalam Negeri membuka Forum Demokrasi Dalam Rangka Pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2018 dan Persiapan Pemilu Serentak tahun 2019  di Losari Roxy Hotel Jakarta, Jumat (29/3/ 2018).

    Forum yang diikuti peserta mahasiswa dan dosen pendamping ini mendatangkan sejumlah pembicara yaitu Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Didi Sudiana, SE, MM sebagai pembicara utama sekaligus pembuka acara, Direktur Politik Dalam Negeri, Dr. Drs. Bahtiar, Kaban Kesbangpol Prov. DKI Jakarta, H. Darwis M. Adji, SH., M.Si., Kasubdit Fasilitasi Peningkatan Demokrasi Dit Poldagri, Rahmat Santoso, Kasi Monev Dit Poldagri,.Si., Dr. Aang Witarsa Rofik, dan Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Erik Kurniawan.

    Dalam acara tersebut, berkembang beberapa materi yang dibahas dan menjadi bahan diskusi antara lain sebagai berikut:

    Pertama, menyikapi dinamika politik saat ini, menyongsong Pelaksaan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 yang sangat penting, jika dikaitkan dalam upaya untuk menyinerjikan tugas-tugas Pemerintah dan pemerintah daerah ke arah pemantapan stabilitas politik dalam negeri.

    Kedua, roda pemerintahan harus mampu secara konsisten dan terprogram melanjutkan proses reformasi di segala bidang yang tengah bergulir sekarang ini, khususnya reformasi birokrasi dan politik yang berkarakter kebangsaan sesuai nilai Pancasila dan UUD 1945.

    Ketiga, agenda pembangun sosial politik ke depan menghadapi berbagai dinamika politik sebagai tugas kita bersama, yakni bagaimana mengelola stabilitas politik dalam negeri sehingga menjamin proses konsolidasi demokrasi, sebagai dampak dari pelasanaan agenda demokrasi, baik nasional maupun lokal.

    Keempat, kompleksitas masalah yang dihadapi bangsa Indonesia di bidang Politik Dalam Negeri mendorong kita untuk mengajukan satu pertanyaan mendasar: Ssudah siapkah bangsa ini membangun landasan yang kokoh sebagai basis bagi terwujudnya demokrasi yang berkelanjutan di Indonesia? inilah pentingnya kita mendiskusikan berbagai penanganan isu – isu politik nasional serta agenda demokrasi melalui pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan menyongsong Pemilu Serentak 2019.

    Poin–poin yang menjadi harapan bersama dalam forum tersebut.

    Pertama, stabilitas politik dalam negeri terjaga sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, terpeliharanya kebhinekaan Indonesia serta terwujudnya partisipasi masyarakat di berbagai bidang dalam menyikapi dinamika politik di dalam negeri saat ini. Isu penting yang perlu disikapi secara serius diantaranya, yaitu Isu SARA, Sentimen Agama, Politik Identitas, Ujaran Kebencian, Sentimen Agama dan yang tidak kalah pentingnya adalah Money Politics.

    Kedua, menciptakan stabilitas politik dalam negeri dapat ditempuh dengan melakukan deteksi dini, yakni pemetaan potensi instabilitas yang memengaruhi dinamika politik lokal dan pemanfaatan modal sosial dengan cara mempererat komunikasi bersama tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama.

    Ketiga, komitmen dari seluruh jajaran Pemerintah, Pemda, penyelenggara, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, dan Stake Holder  lainnya dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 tanpa Isu SARA, sentiment agama, isu pemecah belah bangsa, dan hal  hal yang dapat menggangu stabilitas politik dalam negeri.

    komitmen seluruh elemen masyarakat (Pemerintah, Pemda, Parpol, Media Massa, Tokoh Masyarakat, Kelompok Kepentingan, Mahasiswa dan masyarakat lainnya) untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan perilaku politik yang baik, benar, dan cerdas kepada masyarakat.


    Files Download :

Related Posts