Minggu, 18 November 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Ditjen Polpum Menyelenggarakan Kegiatan Pendidikan Politik Bagi Perempuan di Bali

  • Direktur Politik Dalam Negeri, DR. Bahtiar, M.Si mengatakan Dalam sambutannya menyambut baik atas terbangunnya sinergitas antara Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri dengan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan politik Bagi perempuan, yang diselenggarakan di Hotel Aston Bali, pada Kamis 23/2/2018.

    Dalam sambutannya, Bahtiar menjelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan partisipasi politik perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna mewujudkan tatanan masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan Direktorat Politik Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Politik dan pemerintahan Umum, menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Pendidikan Politik Bagi Perempuan.

    Saat ini perempuan di Indonesia memiliki minat yang tinggi terhadap politik. Tantangan bagi perempuan dibidang politik kedepan tidaklah ringan. Akan tetapi dengan keyakinan, kerja keras dan terus menerus senantiasa mengasah kemampuan, saya yakin kita semua akan mampu mengemban tugas ini, paparnya.

    Direktur Politik Dalam Negeri tersebut menambahkan bahwa salah satu wujud gerakan perempuan Indonesia dalam kancah Politik yaitu ada pada Kaukus Perempuan Politik Indonesia atau yang di singkat KPPI, dimana KPPI merupakan sebuah organisasi perempuan penggiat politik yang berasal dari seluruh (lintas) partai politik dan peserta pemilu.

    Untuk itu menurut Bahtiar, KPPI patut kita dukung demi terwujudnya Indonesia yang demokratis dan berkeadilan, dengan memperkuat posisi dan peran politik perempuan melalui perjuangan pemenuhan hak-hak perempuan khususnya dalam bidang politik dengan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan (justice and equality), solidaritas dan persaudaraan (solidarity and sisterhood), toleransi, transparansi dan musyawarah.

    Bahtiar juga mendorong kepada tokoh-tokoh pergerakan perempuan untuk dapat mendaftarkan dan mencalonkan diri baik DPD, DPRD tidak hanya Kepala Daerah saja. Hal tersebut hrs diwujudkan guna mendorong isu-isu politik perempuan melalui suara perempuan agar isu terkait perempuan dpt menjadi isu yang seksi untuk diangkat dan diperjuangkan dalam rangka mendorong pembangunan bangsa.

    Bahtiar menilai bahwa topik pendidikan politik perempuan ini sangat strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat guna meningkatkan wawasan, kemampuan, kemandirian serta kedewasaan dalam upaya meningkatkan partisipasi politik perempuan guna mensukseskan agenda demokrasi di Indonesia.

    Cahyo Ariawan, SH, M.Hum selaku Kasubdit Fasilitasi Pendidikan Etika dan Budaya Politik, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum mengatakan Pendidikan Politik bagi Perempuan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan hak-hak politik dan kewajiban sebagai warha negara untuk menggunakan hak pilihnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dalam nenggunakan hak-hak politiknya dan berpolitik secara santun dan cerdas sesuai dengan budaya kita Indonesia guna menyongsong agenda demokrasi Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pemilu Serentak Tahun 2019.

    Cahyo dalam laporannya menambahkan bahwa Pemerintah menganggap penting forum-forum dialog politik seperti ini guna menambah wawasan, pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi perempuuan dalam menggunakan hak politiknya dan berpolitik secara santun, cerdas sesuai dengan budaya kearifan lokal.


    Sumber: bagren polpum


    Files Download :

Related Posts