Selasa, 25 September 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Provokasi Isu SARA Sangat Berbahaya di Pemilu dan Pilkada

  • Selain politik uang, salah satu isu krusial yang perlu diantisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 dan Pilkada Serentak 2018 adalah penggunaan isu SARA (suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Provokasi isu SARA dalam Pemilu dan Pilkada sangatlah berbahaya.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, jika disebarluaskan isu SARA akan dapat menimbulkan banyak kegaduhan dan stigma atau cap buruk pada suatu kelompok sehingga perlahan akan mulai muncul sikap kebencian.

    “Hal inilah yang kemudian dapat menimbulkan gesekan, kegaduhan antarkelompok masyarakat dan kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok oknum yang berkepentingan dengan tujuan merubah peta politik untuk kemenangan, menjatuhkan rival politiknya,” kata Tjahjo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Persiapan Pilkada Serentak Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

    Harus diakui, kata Tjahjo, memasuki tahapan Pilkada kali ini, di media sosial marak beredar isu-isu hoaks dan SARA terkait pasangan calon (paslon), seperti dugaan ijasah palsu, utang piutang dan permasalahan privasi lainnya serta upaya memantik dengan klaim gerakan kelompok massa. Banyak juga beredar akun-akun media sosial (medsos) dengan nama palsu dengan tujuan ikut berkampanye.

    Oleh karena itu, jelas Tjahjo, perlu langkah pencegahan (preventif). Yakni mengajak stakeholder masyarakat yang peduli Pilkada damai untuk berbicara dan menyuarakan Pilkada damai dengan menghindari isu provokatif yang bisa memanaskan situasi dan memecah belah bangsa.

    “Semua elemen bangsa harus bergerak untuk menyuarakan Pilkada damai, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat yang dipandang oleh publik,” kata Tjahjo.

    Kontestan yang bertarung dalam Pilkada, tambah Tjahjo, juga diharapkan untuk tidak menghalalkan segala cara dalam upaya memenangi kursi kepala daerah.

    “Jangan menggunakan politik uang, jangan memecah belah dan memakai SARA. Pilkada harus dilakukan dengan cara yang bijak,” imbaunya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Mendagri Ingin Kembali Kedepankan Siskamling

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ingin kembali mengedepankan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk masalah penanganan konflik. Hal tersebut diungkapkan usai menutup Rapat Kordinasi Koordinasi Nasional…
  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    Mendagri: Stabilitas Nasional Tergantung Kerukunan Masyarakat

    <header 10;="" top:="" 0px;="" width:="" 360px;="" padding:="" margin:="" font-family:="" 'helvetica="" neue',="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" line-height:="" 17.6px;="" position:="" fixed="" !important;"=""><div class="fixed-top" 50px;="" background:="" rgb(210,="" 28,="" 30);"="">
  • sample9

    Kemendagri Fasilitasi Kepesertaan BPJS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan…
  • sample9

    Ini Pesan Mendagri Terkait Pilkada Serentak

    Kecamatan masih dianggap sebagai tempat yang paling berpeluang besar melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak di 296 wilayah provinsi, kabupaten/ kota, pada 9 Desember mendatang.…