Jumat, 19 Oktober 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Soedarmo Menghimbau Masyarakat Agar Mewaspadai Provokasi Kelompok Tertentu

  • Jakarta - Dirjen Polpum sinyalir ada indikasi adu domba terhadap kejadian kejadian menyangkut masalah ketentram dan ketertiban masyarakat akhir akhir ini, yang terbaru aksi penyerangan di Gereja Santa Lidwina di Bedog, Kabupaten Sleman yang menyebabkan lima orang terluka, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini disampaikan Soedarmo pada saat memimpin upacara bendera di kantor Kemendagri, Senin (12/2). 

    “Situasi dan kondisi menyangkut masalah ketentraman dan ketertiban masyarakat, akhir akhir ini barangkali bisa melihat kejadian kejadian yang sudah diekspos baik media cetak maupun elektronik, terus berkembangnya kejadian untuk memecah belah antar agama, ingin berupaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa” Ujar Soedarmo.

    Soedarmo menjelaskan dari sejak tanggal 27 Januari ada upaya pembunuhan terhadap pimpinan pondok pesantren di Cicalengka Bandung KH. Umar Bakri entah motifnya apa masih dalam penyelidikan oleh aparat keamanan.
     
    Tanggal 1 Februari ada pengroyokan sampai meninggal dunia yaitu pimpinan Persis H. Prawoto, kemudian tanggal 7 Februari terjadi persekusi terhadap salah satu agama Budha atas nama Haryanto Nurhalim yang banyak keluar di medsos, mereka harus membuat pernyataan yang dipaksa oleh salah satu ormas islam.

    Kemudian minggu secara berturut turut ada kejadian pengrusakan termasuk juga berupaya ingin membunuh terhadap beberapa pimpinan agama di sleman ada oknum ada penyerangan terhadap pendeta beserta pengikutnya mereka mengalami luka, 
    Dalam waktu bersamaan kejadian di Tangerang ada upaya membunuh kiayi Cecep Muhaimin di salah satu pesantren di Tangerang Banten, ini sesuatu yang kita indikasikan ada kemungkinan konspirasi untuk memecah belah antar pemeluk agama yang ada juga bisa mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu pelaku khususnya di Tangerang kebetulan tidak meninggal namun luka karena dikeroyok penganut atau anggota anggota majelis pesantren, hasil pemeriksaan suruhan orang tertentu yang diindikasikan ini adalah kelompok komunis. 

    Dari berbagai kejadian dimungkinkan adalah untuk adu domba oleh karena itu Soedarmo berharap untuk selalu waspada jangan memperkeruh situasi tapi bagaimana menjadikan situasi lebih tenang.

    “Kejadian sudah ditangani aparat keamanan, agar tidak terpengaruh oleh provokasi sekelompok masyarat yang ingin melakukan adu domba, jangan terpancing harus membantu aparat keamanan agar situasi daerah tetap kondusif apalagi di tahun politik setiap kejadian selalu dipolitisasi supaya berkembang jadi buruk sesuai yang mereka inginkan’’ Jelas Soedarmo.


    Files Download :

Related Posts