Rabu, 20 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Antisipasi Pengaruh Asing, Ditjen Polpum Kemendagri Bekali Keterampilan Pemuda Papua

  • Ditjen Polpum Kemendagri melalui Direktorat Kewaspadaan Nasional melakukan kegiatan pelatihan keterampilan bagi pemuda di Kabupaten Waropen Provinsi Papua. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemuda tentang dampak negatif masuknya paham dan pengaruh negatif asing sekaligus meningkatkan keberdayaan pemuda terkait potensi lokal yang dapat dikembangkan dan bernilai ekonomis. 

    Salah satu bentuk produk yang diperkenalkan adalah bahan baku yang diambil dari laut dan sekitarnya seperti kerang, cangkang kepiting, dan daun pandan. 

    Kegiatan ini dihadiri Kasubdit Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing Masykur Acmad mewakili Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Polpum, Pemda Kabupaten Waropen diwakili Kaban Kesbangpol Kabupaten Waropen. Adapun peserta dihadiri oleh 70 persen dari kalangan pemuda seperti ormas, pemuda gereja, remaja masjid serta siswa siswi SMU.

    30 Persen acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh perempuan, forum kemitraan masyarakat hingga SKPD terkait pemantauan orang asing. Selain sesi pelatihan keterampilan bagi pemuda juga dilaksanakan sesi yang terpisah untuk melaksanakn dialog/temu wicara khusus sengan para tokoh masyarakat guna mendapatkan informasi kondisi di Kabupaten Waropen.

    Dalam kesempatan ini, Masykur Acmad menyampaikan arus globalisasi menjadi tantangan semua negara-negara berkembang termasuk Indonesia. "Masuknya paham dan pengaruh asing dengan cepat tanpa terfilter bisa berdampak positif dan negatif. Tugas kita untuk meminimalisasi dampak negatif melalui kegiatan-kegiatan yang produktif sehingga kita mampu berpartisipasi dan memanfaatkan peluang arus globalisasi ke arah yang produktif," katanya.

    Kabag kesbangpol Kabupaten Waropen Marthinus Serarawani menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dilaksanakan kegiatan di Kabupaten Waropen ini. 

    "Dalam catatan saya kegiatan ini adalah kegiatan Kemendagri yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Waropen, hal ini sebagai tanda bahwa pemerintah mulai hadir sampai ke pelosok negeri," ujarnya.

    Marthinus berharap, mewakili Pemerintah Daerah agar kegiatan ini menjadi awal dan dilanjutkan dengan pengembangan program penguatan pemahaman dan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

    "Mengingat kondisi masyarakat yang masih terbatas baik SDM maupun akses dan peluang partisipasi dalam pembangunan," harapnya.


    Files Download :

Related Posts