Minggu, 18 November 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Kepala Kesbangpol Harus Mulai Memanfaatkan Teknologi Informasi

  • Jajaran Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di daerah diminta mulai memanfaatkan teknologi informasi untuk berinteraksi dengan partai politik (parpol) dan masyarakat. Era teknologi informasi telah membuat masyarakat politik Indonesia berada pada era baru digitalisasi politik.

    “Saya meminta agar para Kepala Kesbangpol di daerah mulai memanfaatkan teknologi informasi untuk berinteraksi dengan parpol dan masyarakat termasuk generasi muda. Zaman sudah berubah dan kita harus ubah mind set kita dengan memanfaat teknologi informasi untuk memasuk era baru digitalisasi politik,” kata Direktur Politik Dalam Negeri, DR. Drs. Bahtiar, M.Si mewakili Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat membuka Bimtek Aplikasi Pemetaan dan Evaluasi Kondisi Politik Dalam Negeri Yang Dinamis Seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

    Bahtiar mengatakan, era digital telah memberi berbagai dampak positif yang bisa digunakan sebaik-baiknya. Namun, era digital juga memiliki banyak dampak negatif, seperti  berkembangnya informasi hoax dan hatespeech.

    Hubungan politik saat ini, lanjutnya, lebih dari sekadar hubungan antara manusia, tetapi turut diwarnai dengan penggunaan teknologi informasi. Artinya, siapa yang menguasai teknologi informasi akan menguasai sumber-sumber kekuasaan. Oleh karena itu, Bahtiar pun berharap agar para Kepala Kesbangpol di daerah mulai memanfaatkan teknologi informasi.

    “Kecepatan, akurasi, dan data dinamis Kesbangpol ini menjadi penting bagi pemerintah untuk mengelola informasi di daerah terkait kebijakan politik, baik oleh pemerintah pusat maupun kepala daerah setempat,” tuturnya.

    Bimtek Aplikasi Pemetaan dan Evaluasi Kondisi Politik Dalam Negeri ini dihadiri para Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten/Kota wilayah Sumatera, Papua, Sulawesi, Pulau Jawa, Maluku, serta Kepala Badan Kesbangpol Provinsi  Maluku, Banten, dan Jawa Barat.


    Files Download :

Related Posts