Jumat, 26 April 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Kemendagri Ungkap Tiga Kelemahan Dalam Pemberantasan Narkoba

  • Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah pusat dan daerah. Keterlibatan seluruh komponen bangsa, termasuk masyarakat dan pelajar, juga sangat menentukan keberhasilan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba.


    "Kejahatan narkoba masuk kategori transnasional dengan modus operandi yang tinggi, teknologi canggih, didukung jaringan organisasi yang luas dan sudah menimbulkan korban, terutama di kalangan generasi muda. Jika dibiarkan akan sangat membahayakan kehidupan bangsa dan negara," kata Direktur Ketahanan, Ekonomi, Sosial dan Budaya Dijen Politik dan Pemerintahan Umum Kemdagri, Lutfi TMA. 

    Lutfi hadir dalam kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bagi masyarakat dan pelajar di Banda Aceh, yang berlangsung 4-5 September kemarin. 

    Dia mengungkapkan, ada beberapa tantangan dalam pemberantasan narkoba. Pertama, masih ada perbedaan persepsi dalam penanganan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kedua, belum terbangun komitmen bersama dalam mendorong efektivitas kebijakan dan peran serta masyarakat di daerah. Ketiga, kurang koordinasi dalam pelaksanaan program dan kegiatan antar pemerintah, masyarakat dan pelajar. 

    Padahal, pengungkapan kasus narkoba meningkat sebanyak 56 persen pada tahun 2016 dibandingkan 2015. Dan, 58 persen pada kasus tindak pidana pencucian uang. Badan Narkotika Nasional juga mengungkap 46 jenis narkoba baru yang 18 diantaranya sudah masuk dalam lampiran Peraturan Menteri Kesehatan.

    Pemerintah sendiri sudah melakukan upaya pencegahan dan penanganan, yaitu dengan mentransformasikan kebijakan agar menjadi lebih komprehensif dan sistematis. Lalu, memperkuat jaringan kerja dan informasi melalui peningkatan kerjasama, koordinasi dan sinergitas pemerintah, masyarakat dan pelajar. Terakhir, mendayagunakan peran masyarakat dan pelajar seperti forum-forum publik dan Ormas dan lembaga pendidkan melalui pendekatan nilai-nilai sosial budaya, agama dan kearifan lokal.

    "Namun, perlu diingat bahwa strategi dan langkah-langkah yang digunakan harus dengan mempertahankan nilai-nilai ketahanan sosial kemasyarakatan dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Lutfi.


    Files Download :

Related Posts