Senin, 18 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Kemendagri Turut Sosialisasikan Metode Konversi Suara Pemilu 2019

  • Ada sejumlah pengaturan baru dalam pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2019. Salah satunya, penggunaan metode konversi suara ke kursi dengan metode Divisor Sainte Lague, menggantikan metode Kuota Hare. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun turut menyosialisasikan penggunaan metode Divisor Sainte Lague ini kepada para pengurus partai politik (parpol).

    Baru-baru ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri menyosialisasikan metode Divisor Sainte Lague ini di depan para Ketua DPC dan pengurus parpol di Siak, Provinsi Riau.   

    “Kami memberikan perhatian khusus pada metode itu karena perbedaan dengan metode lama dan sangat signifikan. Pilihan terhadap metode sangat penting, karena berpengaruh terhadap penentuan kursi partai politik,” kata Kasubdit Pendidikan Politik Ditjen Polpum Kemendagri, Cahyo Ariawan di Siak, Selasa (8/8/2017).

    Cahyo menjelaskan, dalam sistem pemilu proporsional ada dua rumpun metode penghitungan, yaitu metode kuota dan metode divisor. Pada rumpun metode penghitungan kuota, terdapat dua teknik penghitungan suara, yakni, Kuota Hare dan Kuota Droop. Dalam Kuota Hare, ada dua tahapan yang harus dilalui untuk mengkonversi suara menjadi kursi. Metode Kuota Hare paling dikenal di Indonesia, sebab paling sering digunakan dari pemilu ke pemilu.

    Sementara, metode divisor tidak menerapkan harga satu kursi sebagai bilangan pembagi untuk mencari perolehan kursi masing-masing partai. Metode ini memiliki bilangan tetap untuk membagi perolehan suara masing-masing partai. Metode Sainte Lague memiliki bilangan pembagi 1, 3, 5, 7, dan seterusnya. Adapun deviasi atau penyimpangan nilai keadilan per kursi sangat rendah.

    “Metode ini penghitungan yang efektif dan efisien. Menyediakan cara perhitungan perolehan suara kursi partai yang sederhana dan berlangsung dalam satu tahap penghitungan,” kata Cahyo.

    Metode Sainte Lague, lanjutnya, juga bisa menghilangkan munculnya potensi adanya sisa kursi yang tidak terbagi habis dalam satu kali tahap penghitungan, seperti yang muncul dalam metode Kuota Hare. Pada Pemilu 2014 lalu proses konversi suara ke kursi bisa hingga mencapai tiga tahap.


    Files Download :

Related Posts