Rabu, 19 Desember 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Presiden Ingatkan Bela Negara adalah Hak dan Kewajiban Semua

  • Presiden Joko Widodo menilai bahwa saat ini ancaman terhadap kedaulatan bangsa dan negara sudah berkembang hingga multidimensi. Tidak hanya secara fisik, namun juga non-fisik, mulai dari ancaman ideologi, politik, ekonomi hingga sosial budaya.

    Karenanya, Presiden Joko Widodo mengatakan kalau pemerintah bersama dengan rakyat tidak akan tinggal diam terhadap upaya-upaya sistematis untuk mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Kita juga tidak akan membiarkan berbagai bentuk ancaman yang merongrong Pancasila sebagai dasar kita bernegara,” tegas pria yang akrab disapa Jokowi itu dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas tentang Pemantapan Program Bela Negra di Kantor Presiden, Jakarta pada Rabu (26/7/2017) siang.

    Lebih lanjut, Jokowi mengatakan akan membahas pemantapan program bela negara yang bisa menghimpun energy kolektif bangsa untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman yang bersifat multidimensional.

    “Saya mengingatkan kembali, bela negara adalah tugas kita bersama, tanggung jawab kita semuanya sebagai warga negara, sebagai anak bangsa, di mana pun kita berada, apa pun latar belakangnya, apa pun pendidikannya, apa pun agamannya, apa pun sukunya. Semuanya sesuai dengan amanah konstitusi, memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk ikut dalam upaya bela negara,” tegasnya lagi.

    Karenanya, ia meminta agar nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme dan jiwa patriot dalam membela bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman harus dipupuk sejak dini, sejak masa kanak-kanak.

    “Anak-anak harus mulai dididik, diajarkan bukan hanya saja nilai-nilai etor kerja, nilai-nilai disiplin, nilai-nilai integritas, tapi juga nilai-nilai mencintai bangsanya, bangga dengan tanah airnya yang ber-Bhineka Tunggal Ika,” tutur Presiden Jokowi seperti dilansir laman Setkab.


    Files Download :

Related Posts

  • No Related posts.