Senin, 22 Januari 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Parpol Indonesia Menjadi Beban Demokrasi

  • Sejak demokrasi diberlakukan pada 1998, partai politik (parpol) Indonesia tidak mengalami reformasi. Padahal posisi parpol sebagai pilar demokrasi sangat vital sehingga dituntut untuk terus berbenah diri, dan menghadirkan politisi yang mumpuni mengemban aspirasi rakyat.

    ?Pengamat politik dari President University, AS Hikam meyakini, lemahnya demokrasi Indonesia disebabkan parpol yang belum mereformasi diri. Sejak reformasi terjadi hanya institusi TNI/Polri yang mengalami reformasi. Alhasil, demokrasi kita mandek di sisi prosedural saja tidak sampai ke substansi yang benar-benar terkonsolidasi.

    Hal itu diungkapkan Hikam dalam diskusi "Membangun Republik: Dinamika Perjuangan Kemerdekaan dan Relevansinya" sekaligus membedah buku berjudul ?"Membangun Republik" karya Baskara T Wardaya yang digelar di Kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (21/7).

    "Aktor utama reformasi tidak pernah mangalami reformasi yakni, parpol. TNI/Polri jelas mengalami reformasi, birokrasi pemerintah mengalami reformasi, DPR (secara kelembagaan) mengalami reformasi tetapi hasil dari parpol yang tidak mengalami reformasi," kata Hikam.

    Salah satu penyakit parpol yang menurut Hikam masih melekat sejak orde baru sampai reformasi adalah oligarki. Secara sederhana hal itu bisa diidentifikasi melihat mayoritas ketua umum parpol-parpol di Indonesia adalah konglomerat.

    Diskusi yang diadakan lebih banyak mengulas sejarah Indonesia dan menarik relevansinya dengan kondisi sekarang ini. Hikam meragukan ungkapan bahwa sejarah merupakan pengulangan sebab, manusia di setiap zaman memiliki kondisi objektif yang berbeda-beda.

    Namun demikian, Hikam menekankan, dalam sejarah Indonesia, pergerakan masyarakat sangat penting. Dalam situasi sekarang, pergerakan masyarakat dirasa mulai mengendur. Sepatutnya, sejak rezim otoriter runtuh gerakan-gerakan masyarakat semakin menguat.?

    Hikam juga menyinggung pudarnya rasa nasionalisme masyarakat Indonesia sekarang ini. Bahkan terdapat kesan lemahnya pemahaman yang kuat tentang Pancasila sehingga muncul paham-paham radikal yang menyinggung takfiri dan jihadis.
    ?
    "Orang mulai terasing dari Pancasila dan melirik takfiri dan jihadis. Orang yang tidak sepaham dengan teologi mereka maka masuk neraka. Anak-anak muda lebih tertarik kepada AL Qaeda dan ISIS karena diberi kesempatan mengubah dunia," beber mantan anggota DPR itu.

    Menurutnya, ketertarikan anak-anak muda terhadap ideologi radikal dapat dilihat dari banyaknya situs internet. Dia menyitir hasil survei NU yang menyebut jumlah situs menyebar paham takfiri sebanyak 208, sedangkan situs Islam moderat hanya 20. "Semoga UKP-PIP (Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila) bisa menciptakan hegemoni tetapi lebih subtantif. Jangan sampai menjadi badan sertifikasi Pancasila," ujar Hikam.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Penting, Keberadaan Politisi Muda dalam Parpol

    Keberadaan politisi muda dalam partai politik (parpol) dinilai penting. Pasalnya, parpol membutuhkan regenerasi kader agar eksistensi politik tetap terjaga. "Tentu keberadaan politisi muda dalam suatu partai politik itu sangat penting.…
  • sample9

    Bawaslu harus cek dana kampanye parpol

    Partai politik (parpol) sudah menyerahkan laporan dana kampanye ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta untuk menelusuri kebenaran dana kampanye tersebut."Harus ada upaya dari Bawaslu untuk mengecek…
  • sample9

    Ini batasan sumbangan dana kampanye parpol

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuat batasan kepada calon penyumbang partai politik (parpol) untuk pembiayaan pada Pemilu 2014 mendatang. KPU membatasi bagi penyumbang parpol dengan batasan minimal Rp1 miliar untuk…
  • sample9

    Parpol berbenah

    MENDEKATI akhir tahun 2013, tensi politik Indonesia kian meningkat. Suasana pun jadi riuh rendah. Menyongsong masuknya tahun 2014 yang disebut-sebut sebagai tahun politik, persaingan kian kentara.Segala hal bisa menjadi sumber…
  • sample9

    Politik dinasti terbentuk karena kesalahan parpol

    Maraknya politik dinasti di beberapa daerah, menjadi tanggung jawab partai politik (parpol). Pasalnya, politik dinasti tidak akan menjadi persoalan jika dalam proses rekruitmen dilakukan transparan dan akuntabel dengan menimbang kemampuan…
  • sample9

    Program Parpol Harus Pro Masyarakat

    Dengan sistem proporsional terbuka, partai politik peserta pemilu harus memiliki program yang berpihak kepada masyarakat. Sebab, saat ini masyarakat lebih pragmatis terhadap dunia perpolitikan.