Senin, 24 September 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Presidential Threshold, Muncul Opsi Jalan Tengah

  • Perdebatan RUU Pemilu masih berkutat soal lima isu krusial, terutama terkait presidential threshold.

    Perkembangan terbaru, opsi presidential threshold 10–15 persen dinilai sebagai jalan tengah terbaik untuk mengakhiri kebuntuan pembahasan RUU Pemilu.

    Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya ngotot mendorong opsi 0 persen mulai sepakat untuk mencari titik tengah.

    Sekretaris Fraksi PAN yang juga Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Yandri Susanto menyatakan, opsi batas perolehan suara minimal parpol untuk mencalonkan presiden sebesar 10–15 persen bisa menjadi pilihan. Fraksi lain juga melihat opsi itu sebagai pilihan terbaik.

    Sayang, parpol yang ngotot di angka 20–25 persen belum menunjukkan perubahan signifikan.

    ”Sinyal turun dari 20 persen ke 10 persen tetap ada. Tapi, yang dari 0 ke 10 persen lebih bisa menerima,” kata Yandri di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (6/7).

    Menurut Yandri, agar pembahasan tidak alot, sebaiknya opsi tengah tersebut bisa dijadikan kesepakatan.

    Karena itu, sebaiknya setiap parpol bisa berpikir ulang dan tidak kaku dalam mengambil keputusan.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Menciptakan Pilpres yang Demokratis dan Bermartabat

    Menjelang Pilpres 2014 berbagai trik dan intrik dilakukan calon presiden (Capres) melalui partai politiknya. Tidak ada kata menyerah, berbagai hal dilakukan dalam merebut parpol untuk berkoalisi agar memenuhi standar pencapresan.Capres…
  • sample9

    RUU Pilpres Dihentikan Karena PT

    Anggota Baleg Fraksi PDI Perjuangan, Arif Wibowo menjelaskan, pembahasan revisi UU Pilpres menjadi kontraproduktif karena fraksi bersikukuh pada persoalan mempertahankan atau menurunkan angka presidential thereshold. "Yang tidak produktif itu thereshold.…