Kamis, 21 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Kerja Panjang Pembahasan RUU Pemilu

  • Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (RUU Pemilu) dijadwalkan akan disahkan menjadi UU dalam rapat paripurna DPR pada Senin, 19 Juni 2017.

    Kerja berat dan melelahkan sudah dilakukan para wakil rakyat yang tergabung dalam Pansus RUU Pemilu.

    Begitu juga Mendagri Tjahjo Kumolo, Dirjen Polpum Kemendagri Soedarmo, Sekjen Kemendagri Yuswandi Temenggung, dan para birokrat di jajaran Kemendagri yang masuk Tim Sinkronisasi (Timsin) dan Tim Perumus (Timus) RUU Pemilu, yang sudah terbiasa kerja lembur, hingga dini hari.

    Tjahjo Kumolo sendiri tak sungkan hadir dalam rapat Timus dan Timsin, agar pembahasan RUU yang sudah dinanti KPU sebagai penyelenggara pemilu, bisa segera disahkan menjadi UU.

    Misal dalam Rapat Timus dan Timsin RUU Pemilu, Senin, 22 Mei 2017, di ruang Pansus B DPR RI. Tjahjo Kumolo hadir di rapat itu.

    “Luar biasa Pak Mendagri, forum Timus Timsin pun beliau berkenan hadir. Padahal, rapat Timus Timsin cukup eselon I. Sedang setingkat menteri di rapat Pansus,” ujar Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar, saat ditanya wartawan soal kehadiran Mendagri Tjahjo Kumolo di rapat tersebut.

    “Ini menunjukkan bahwa beliau sangat konsen untuk percepatan penyelesaian RUU Pemilu ini,” imbuh Bahtiar lagi.

    Kerja Panjang Pembahasan RUU Pemilu

    Oktober 2016: Pemerintah menyerahkan draf RUU ke DPR.

    Januari 2017: DPR mulai aktif melakukan rapat dengar pendapat umum dan menyerap aspirasi.

    Februari 2017: Pembahasan daftar inventarisasi masalah (DIM).

    April–Mei 2017

    Target pembahasan selesai, tapi gagal dan revisi tanggal penyelesaian sampai tiga kali. Namun, pansus sudah menyepakati sekitar 15 poin. Di antaranya, tambahan kursi untuk DPR, penataan lembaga penyelenggara pemilu, keterwakilan perempuan, verifikasi parpol, serta dana parpol.

    8 Juni 2017

    Target pembahasan selesai (untuk kali keempat), tapi malah deadlock. Pansus gagal menuntaskan pembahasan lima isu paling krusial. Yaitu, parliamentary threshold, presidential threshold, sistem pemilihan, alokasi kursi, dan metode konversi suara.

    13 Juni 2017

    Target akhir selesai (untuk kali kelima). Pakai mekanisme voting jika tidak dicapai kesepakatan.


    Files Download :

Related Posts