Rabu, 20 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

RUU Pemilu Dinilai Ramah Penyandang Disabilitas

  • Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu, Muhammad Lukman Edy, menilai, keberadaan RUU Pemilu sangat ramah dengan penyandang disabilitas. Pengaturan dalam RUU Pemilu, memberikan ruang partisipasi yang luas bagi penyandang disabilitas.

    "RUU Pemilu ini sangat membuka ruang yang luas bagi penyadang disabilitas berpartisipasi baik sebagai pemilih, peserta pemilu bahkan sebagai penyelenggara pemilu," ujar Lukman dalam diskusi Populi Center dan Smart FM Network yang bertajuk Merancang Pemilu Plus+Plus di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6).

    Lukman mengungkapkan, norma dalam RUU Pemilu mewajibkan KPU menyediakan atau memberikan fasilitas kepada penyandang disabilitas agar bisa menggunakan hak suaranya. KPU, kata dia harus menyediakan sarana dan prasarana agar penyandang disabilitas bisa memcapai Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau menggunakan hak pilihnya.

    "RUU Pemilu juga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas yang memenuhi syarat bisa mengajukan diri sebagai peserta pemilu, misalnya menjadi caleg, walaupun yang bersangkutan tidak bisa jalan dan harus pakai kursi roda," jelas dia.

    Tak hanya itu, lanjut Lukman, RUU Pemilu memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk menjadi penyelenggara pemilu, seperti menjadi anggota KPU atau Bawaslu. Jika memenuhi syarat, kata dia, boleh-boleh saja penyandang disabilitas menjadi penyelenggara pemilu.

    "Jadi, RUU Pemilu memang kita rumuskan agar ramah dengan penyandang disabilitas," pungkas dia.

    Sementara itu, Peneliti Perludem, Fadli Ramadhanil, mengapresiasi kerja Pansus RUU Pemilu belakangan ini. Pasalnya, Pansus semakin terbuka dalam membahas isu-isu krusial dan membuka diri dengan masukan komunitas-komunitas yang terkait dengan pemilu.

    "Kita apresiasi kinerja Pansus belakangan ini yang telah bersedia menerima tiga komunitas berbeda, yakni komunitas disabilitas, komunitas diaspora dan komunitas perempuan. Masukan-masukan komunitas ini sangat berguna bagi pembahasan RUU Pemilu ini," pungkas Fadli.


    Files Download :

Related Posts