Kamis, 21 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pansus Sebut 5 Isu Krusial di RUU Pemilu Belum Diputuskan

  • Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu Muhammad Lukman Edy mengatakan bahwa pihaknya sudah hampir selesai membahas RUU Pemilu. Lukman mengatakan tim sinkornisasi sudah menyelesaikan pembahasan ribuan DIM dan ratusan pasal dalam RUU Pemilu.

    “Dari situ, masih menyisahkan beberapa pasal yang nanti diputuskan di Pansus RUU Pemilu. Ada 5 isu yang masih di-pending atau belum mencapai kata sepakat,” ujar Lukman dalam diskusi Populi Center dan Smart FM Network yang bertajuk “Merancang Pemilu Plus+Plus” di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6).

    Selain Lukman, hadir juga anggota Pansus RUU Pemilu Achmad Baidowi, Komisioner KPU 2013-2017 Ferry Kurnia Rizkiansyah dan Peneliti Perludem Fadli Ramadhanil.

    Salah satu isu yang dipending, kata Lukman, adalah ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold. Sebagian fraksi, kata dia, mengingingkan PT sebesar 4 persen, sebagai jalan tengah dari usulan 3,5 persen dan 5 persen.

    “Isu kedua adalah Presidential Threshold, antara tanpa Pres-T dan 20 persen kursi DPR atau 25 persen dari suara sah secara nasional. Perdebatan antara Pres-T dinilai inkonstitusional dan Pres-T menjadi open legal policy,” ungkap dia.

    Isu krusial ketiga adalah sistem pemilu. Menurut Lukman, opsinya ada tiga, yakni sistem proporsional terbuka, proporsional terbuka terbatas dan sistem tertutup. Dalam perjalanannya, kata dia, tidak ada lagi fraksi yang mengusulkan sistem tertutup, sehingga mengerucut pada dua opsi yakni sistem proporsional terbuka dan proporsional terbuka terbatas.

    “Isu krusial keempat adalah alokasi kursi per dapil. Yang menjadi polemik adalah apakah tetap 3-10 atau diturunkan menjadi 3-6 kursi per dapil untuk DPR. Sementara terakhir adalah soal konversi suara, apakah mengunakan metode penghitungan kuota Hare atau Divisor Sainte League,” pungkas dia.

    Lebih lanjut, Politisi PKB ini mengatakan tim perumus telah menyediakan naskah untuk setiap opsi yang belum diputuskan atau masih diperdebatkan. Dengan demikian, kata dia, ketika Pansus memutuskan salah satu opsi, maka naskahnya tinggal diambil dan sudah jadi.

    “Jadi, dalam waktu dekat RUU Pemilu sudah bisa jadi UU. Sekarang hanya tunggu keputusan Pansus untuk isu-isu krusial yang dijelaskan tadi. Semua naskahnya sudah siap,” tandas dia.


    Files Download :

Related Posts