Senin, 18 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Mendagri Ajak Semua Pihak ‘Sikat’ Kelompok yang Ingin Hancurkan NKRI

  • Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menekankan pentingnya bangsa ini tentukan sikap siapa lawan dan siapa kawan. Itu juga tertuang dalam pesan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika meminta Kapolri dan Panglima TNI ‘menggebuk’ pihak yang merongrong Pancasila serta NKRI.

    “TNI/Polri dan elemen masyarakat lainnya harus tampil ke depan. Sikat kalau perlu! Ada ormas yang jelas akan mengambil pemerintahan dengan cara apa pun. Ingin mengganti Pancasila,” tegas Tjahjo.

    “Bapak Presiden ambil sikap 'gebuk' dengan pengertian harus berani ambil sikap, siapa kawan siapa lawan. Terhadap perorangan, golongan, organisasi masyarakat, kelompok yang ingin mengganti Pancasila, merobek-robek kebinekaan,” tambah dia.

    Hal itu disampaikan Tjahjo dalam acara Pembekalan Kepemimpinan Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2015 di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Senin (22/5).

    Ia menambahkan, saat ini banyak kelompok atau golongan tertentu yang mulai merencanakan upaya mengganti ideologi bangsa serta merusak keutuhan Indoneisa. Menurut dia, untuk urusan kenegaraan Indonesia sudah ‘final’ yakni Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika.

    “Silakan Bapak Ibu yang punya agama keyakinan harus laksanakan. Kalau Islam laksanakan Alquran dan hadist, yang Kristen sesuai Alkitab. Tapi, kalau bicara negara, Pancasila, UUD 1945, NKRI, kebinekaan itu final. Tidak ada embel-embel,” tuturnya.

    Dalam kehidupan berbangsa di daerah, Mendagri juga berpesan kepada kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak yang baru tengah mengikuti proses pendidikan dan pelatihan ini untuk mencermati keberadaan ormas atau sekelompok orang yang ‘teriak’ anti-Pancasila.

    “Ada ormas yang skalanya tingkat kecamatan, kabupaten, kota dan provinsi. Sekarang harus cermat, kalau ormas tercantum Pancasila tapi aksinya anti-Pancasila, ingin mengubah Pancasila ya harus dibekukan dulu,” ucapnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Mendagri Ungkap Indonesia Negara Peraturan

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Indonesia sebagai negara peraturan lantaran banyaknya jumlah peraturan yang ada di tanah air. "Terkait efektivitas dan efisiensi yang menjadi arahan Presiden, ternyata negara kita negara…
  • sample9

    Mendagri Ingin Kembali Kedepankan Siskamling

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ingin kembali mengedepankan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk masalah penanganan konflik. Hal tersebut diungkapkan usai menutup Rapat Kordinasi Koordinasi Nasional…
  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    Mendagri: Stabilitas Nasional Tergantung Kerukunan Masyarakat

    <header 10;="" top:="" 0px;="" width:="" 360px;="" padding:="" margin:="" font-family:="" 'helvetica="" neue',="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" line-height:="" 17.6px;="" position:="" fixed="" !important;"=""><div class="fixed-top" 50px;="" background:="" rgb(210,="" 28,="" 30);"="">
  • sample9

    Kemendagri Fasilitasi Kepesertaan BPJS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan…
  • sample9

    Ini Pesan Mendagri Terkait Pilkada Serentak

    Kecamatan masih dianggap sebagai tempat yang paling berpeluang besar melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak di 296 wilayah provinsi, kabupaten/ kota, pada 9 Desember mendatang.…