Selasa, 18 Desember 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Presiden Ajak Masyarakat Berpikir Positif

  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh elemen masyarakat berpikir positif untuk mengejar berbagai ketertinggalan pembangunan di negeri ini dari negara-negara tetangga.

    Saat ini, pembangunan di negeri ini jauh tertinggal dibandingkan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

    “Harus kita akui kita ditinggal. Singapura kita tertinggal jauh, Malaysia tertinggal jauh, Vietnam ditinggal kita juga, dengan Thailand ditinggal kita juga. Kita mau begini terus, tidak. Kita harus mengejar. Kita harus bekerja keras. dan kita punya potensi dan kekuatan itu,” kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/5).

    Presiden Jokowi mengatakan, saatnya bagi rakyat Indonesia untuk bangkit. Dikatakan, pada delapan bulan terakhir, masyarakat terjebak dalam berbagai perdebatan, saling menjelekkan, saling menyalahkan, dan saling menghujat satu sama lainnya.

    “Saya mengajak bapak, ibu, dan saudara, keluarlah dari pikiran-pikiran negatif seperti itu. Saya mengajak kita semuanya untuk kembali pada pemikiran positif (positive thinking), maju bersama, dan bekerja bersama bagi bangsa ini,” kata Presiden Jokowi.

    Dia mengatakan, pemikiran negatif mengakibatkan tabungan energi habis untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna.

    “Kita banyak omong ketimbang bekerja di akhir-akhir ini. Banyak berdebat ketimbang bekerja, banyak saling menghujat ketimbang bekerja. Banyak demo-demo yang tidak bermanfaat ketimbang bekerja. Banyak saling menjelekkan ketimbang bekerja. Banyak saling menyalahkan ketimbang bekerja. Berdebat, saling hujat, demo saling menyalahkan, saling menjelekkan,” katanya.

    Perilaku negatif itu, mengakibatkan masyarakat lupa untuk menata kembali pembangunan di negeri ini.

    Saat ini, lanjutnya, Indonesia mendapat kesempatan emas setelah tiga lembaga pemeringkat berskala internasional – Standard & Poors (S&P), Moody’s Investors Service, dan Fitch Ratings menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau Investment Grade.

    “Perlu saya ingatkan kepada kita semuanya, bahwa membentuk NKRI ini bukan untuk berseteru, bukan untuk bertikai. Tapi tujuan utama kita jelas bahwa kita ingin menciptakan kesejahteraan umum, kita ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau tidak diingatkan, kita ini lupa tujuan kita bernegara,” katanya.

    Dikatakan, Investment Grade adalah kepercayaan internasional kepada bangsa Indonesia yang kini telah tertinggal dari Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi: Jangan Sampai Pemilu Hilangkan Kerukunan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia jangan sampai terpecah belah karena persoalan pilkada dan pemilu. Presiden meminta para politikus memberikan contoh pendidikan politik yang baik…
  • sample9

    Jokowi Ditantang Berani Tiru Bung Karno

    Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK telah melewati 100 hari masa kerja. Beberapa menteri dinilai berkinerja buruk selama tiga bulan menjabat dan mulai muncul desakan Jokowi segera mencopot menteri tersebut.   Politikus…
  • sample9

    Perombakan Kabinet Kerja Jokowi Jadi Suatu Kebutuhan

    Pengamat dari Populi Center, Nico Harjanto, memprediksi Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, reshuffle adalah suatu kebutuhan untuk menciptakan pemerintahan yang…
  • sample9

    Kepercayaan Publik Terhadap Jokowi Masih Tinggi

    Pengamat dari Populi Center, Nico Harjanto, menyebut kepercayaan masyarakat kepada Presiden Joko Widodo masih cukup tinggi. Menurutnya, 70 persen masyarakat memberikan nilai 6-10 terhadap…