Sabtu, 18 Agustus 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

DPR Segera Bahas RUU MD3

  • Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pengesahan revisi terbatas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) menjadi draf RUU. Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah itu, keputusan diambil cepat dengan semua fraksi hanya menyerahkan pandangan tertulis tanpa membacakannya.

    Oleh Fahri persetujuan pengesahan pengajuan RUU itu dimintakan kepada anggota dewan yang hadir.

    "Apakah RUU usul inisiatif anggota DPR RI tentang perubahan kedua atas UU 17/2014 tentang MD3 dapat disetujui dengan rancangan UU usul DPR RI?" tanya Fahri.

    Oleh para anggota dewan yang mengikuti sidang menjawab "setuju", dan dilanjutkan dengan pengetukan palu sidang tanda persetujuan sudah diambil.

    Walau demikian, sempat ada interupsi dari Fraksi PKB, yang mendorong agar revisi UU itu, yang bertujuan menambah jumlah kursi pimpinan DPR, memperhatikan prinsip kolektif kolegial. Revisi UU harus memastikan jumlah kursi pimpinan DPR berjumlah ganjil. Apabila hanya ditambah satu kursi seperti wacana selama ini, jumlah total kursi pimpinan adalah enam, alias angka genap. PKB memang menyasar ditambah satu kursi agar mempertahankan angka ganjil, menjadi tujuh kursi, dimana kursi itu jatah mereka.

    Fahri menjawab interupsi itu dengan mengatakan pembahasan tentang itu akan dilakukan di Badan Legislasi DPR.

    Ketua Komisi II DPR, Zainuddin Amali, menilai bahwa sebaiknya semua fraksi kembali kepada kesepakatan awal. Bahwa penambahan kursi pimpinan DPR hanyalah untuk Fraksi PDI Perjuangan, pemenang pemilu yang harus diakomodasi di jajaran pimpinan dewan.

    "Usul awalnya itu kan menambah satu kursi saja. Semangat awalnya mempertimbangkan proporsionalitas pemenang. Jangan dilebarkan kemana-mana lagi," kata Zainuddin Amali.

    Menurutnya, keinginan menambah jumlah kursi pimpinan hingga tujuh, hanya akan memperlama proses pembahasan RUU itu. Kalau penambahan kursi dilakukan hanya untuk Fraksi PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu, menurutnya, akan mendorong efisiensi. "Kalau itu yang diikuti saya pikir tidak akan berlama-lama," ujarnya.


    Files Download :

Related Posts