Sabtu, 18 Agustus 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Komisioner Pemilu Harus Orang yang Berani

  • Tahapan seleksi calon komisioner KPU dan Bawaslu memasuki tahapan terakhir. Tahapan terakhir ini adalah tahapan mempertahankan pandangan, ide, pendapat dan pemikiran ke depan dari calon komisioner.

    Dari tahapan ini, nantinya tim seleksi akan menyerahkan 14 nama calon anggota KPU dan 10 calon anggota badan pengawas.

    “Saya kira ke depan kita memerlukan komisioner Bawaslu yang pemberani,” kata Andrian Habibi, Koordinator Kajian Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, di Jakarta, Selasa (27/12).

    Menjelang tahapan akhir ini, para calon penyelanggara pemilu kata Andrian akan ditanyza pelbagai pertanyaan, salah satunya soal latar belakang kehidupan mereka. Pekerjaan serta pengalaman tentang teknis kepemiluan akan ditanya dengan mendalam.

    Bahkan sangat mungkin, pertanyaan yang akan diajukan berdasarkan masukan yang diberikan masyarakat.“Tim seleksi tentunya akan berusaha keras mencari dan menyeleksi calon komisioner KPU dan Bawaslu yang berintegritas,” kata dia.

    Kepada publik, Andrian juga berharap pro aktif memberi masukan. Jika memang mempunyai informasi yang terkait dengan para calon penyelenggara pemilu, masyarakat harus aktif melaporkannya ke tim seleksi.

    Sehingga semakin banyak informasi yang diberikan, lebih memudahkan tim seleksi memberi penilaian kepada para calon. “Sungguh dengan hati yang terbuka dan tulus kita mengharapkan keberanian calon komisioner KPU dan Bawaslu,” katanya.

    Ia juga meminta para calon komisioner lembaga penyelenggara pemilu untuk terbuka. Misalnya tanpa diminta bersedia untuk membuka riwayat hidup mereka. Bahkan sangat perlu mereka juga mempublikasikan sendiri aktivitas sehari-harinya. Jadi dasarnya adalah keberanian. Rumusnya, bila memang bersih kenapa harus risih.

    “Dengan keberanian tersebut, publik akan melihat bahwa calon komisioner KPU dan Bawaslu benar-benar calon yang mau berterus terang dan terbuka. Mereka adalah calon yang memiliki niat untuk menjaga partisipasi publik,” ujarnya.

    Dengan itu semua lanjut Andrian masyarakat akan punya semangat untuk turut serta dalam proses tahapan seleksi para calon penyelenggara pemilu. Ia juga menyarankan semua calon bersedia menyebarluaskan sendiri riwayat hidup mereka lewat media massa atau minimal via media sosial.

    “Ya minimal bisa lewat blog mereka, facebook, twitter. Dengan begitu rakyat indonesia akan mengenal dan mengetahui para calon yang nantinya memimpin lembaga penyelenggara pemilu,” kata dia.


    Files Download :

Related Posts