Kamis, 21 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pembahasan RUU Pemilu Harus Cermat dan Objektif

  • Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan, pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu harus dilakukan secara mandalam, cermat dan objektif, mengingat banyaknya isu krusial yang menentukan masa depan demokrasi dan kepemimpinan bangsa.

    "Fraksi PKS menaruh perhatian serius terhadap RUU ini karena menentukan masa depan demokrasi yang akan melahirkan kepemimpinan nasional baik eksekutif maupun legislatif di semua tingkat," tegas Jazuli di Jakarta, Sabtu (10/12).

    Untuk itu, lanjut Jazuli, Fraksi PKS tengah melakukan kajian yang mendalam, cermat, dan objektif terhadap draf RUU insiatif Pemerintah korelasinya dengan masa depan demokrasi dan desain rekrutmen kepemimpinan nasional.

    "Lembaga Kajian Strategis Fraksi PKS tengah melakukan simulasi yang mendalam. Hasilnya sebagai bahan pertimbangan dan masukan kepada Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS sebelum diambil keputusan. Sehingga Fraksi PKS tidak akan gegabah dalam menyikapi RUU ini kecuali telah mengkaji berbagai alternatif (positif dan negatif) dari sistem pemilu yang akan ditetapkan nanti," kata Jazuli.

    Terkait pilihan sistem pemilu legislatif apakah terbuka terbatas (tertutup) atau terbuka (suara terbanyak), Ketua Fraksi PKS ini menegaskan bahwa Fraksi PKS belum memutuskan pilihan (sikap). Pasalnya, PKS masih mengkaji dan mendalami antara positif dan negatif dampak dari penerapan sistem tersebut.

    "Jangan sampai menyebabkan kita setback dalam berdemokrasi. Maka, RUU ini harus berkualitas kontennya untuk perbaikan sistem demokrasi di negara kita dan untuk itu Fraksi PKS akan benar-benar mengawalnya," pungkas Jazuli.


    Files Download :

Related Posts