Jumat, 22 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Mendagri Prihatin Maraknya Korupsi Kepala Daerah

  • Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kerap mengingatkan kepala daerah mengenai area rawan korupsi. Namun, beberapa pemimpin daerah masih terjerat kasus korupsi.

    “Semenjak saya sebagai Mendagri selalu mengingatkan pada acara-acara ke daerah bahwaarea rawan korupsi adalah pada perencanaan anggaran, implikasi pada retribusi pajak, dana hibah dan bansos, termasuk proyek kategori fiktif dan pengadaan barang,” kata Tjahjo.

    Hal itu disampaikannya di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Jumat (2/12).

    “Kami terus ingatkan, tapi toh dalam dua tahun ini mulai Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sultra (Sulawesi Tenggara), Wali Kota Madiun, Wali Kota Cimahi, Bupati Subang terus beberapa di daerah Sumatera lagi. Irjen (inspektur jenderal) juga sudah intens ingatkan daerah,” ujar Tjahjo.

    Dia mengaku prihatin atas maraknya korupsi daerah, khususnya yang terkena operasi tangkap tangan (OTT). “Kalau sudah tertangkap tangan, ya saya ikut prihatin, sedih. Karena dengan kelakuan satu oknum pejabat daerah, menodai teman-teman se-Indonesia,” ucapnya.

    Disinggung kemungkinan para kepala daerah yang tak mendengar imbauan untuk anti korupsi, Tjahjo menolak berkomentar banyak. “Masing-masing punya karakter sendiri,” ucapnya.

    Dia menuturkan, sejumlah partai politik (parpol) juga telah melakukan rekrutmen ketat calon kepala daerah. “Lewat psikotes, jadi kurang ketat apa. Intinya political will (itikad baik) itu sudah. Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) sudah ingatkan langsung kepada menteri-menteri di rapat kabinet,” tuturnya.

    Dia menyatakan, efek jera kini bergantung pada hakim. “Keberanian hakim yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

    Terkait OTT terhadap Wali Kota Cimahi nonaktif Atty Suharti dan suaminya, Itoc Tochija, Tjahjo mengaku belum menerima laporan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karenanya, Tjahjo tak ingin menanggapi eksplisit. “Belum ada laporan masalah Cimahi,” katanya.

    Diketahui, penangkapan terhadap Atty diduga berkaitan dengan proyek di Kemdagri. Namun, belum diketahui secara pasti proyek yang dimaksud.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Mendagri Ungkap Indonesia Negara Peraturan

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Indonesia sebagai negara peraturan lantaran banyaknya jumlah peraturan yang ada di tanah air. "Terkait efektivitas dan efisiensi yang menjadi arahan Presiden, ternyata negara kita negara…
  • sample9

    Mendagri Ingin Kembali Kedepankan Siskamling

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ingin kembali mengedepankan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk masalah penanganan konflik. Hal tersebut diungkapkan usai menutup Rapat Kordinasi Koordinasi Nasional…
  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    Mendagri: Stabilitas Nasional Tergantung Kerukunan Masyarakat

    <header 10;="" top:="" 0px;="" width:="" 360px;="" padding:="" margin:="" font-family:="" 'helvetica="" neue',="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" line-height:="" 17.6px;="" position:="" fixed="" !important;"=""><div class="fixed-top" 50px;="" background:="" rgb(210,="" 28,="" 30);"="">
  • sample9

    Kemendagri Fasilitasi Kepesertaan BPJS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan…
  • sample9

    Ini Pesan Mendagri Terkait Pilkada Serentak

    Kecamatan masih dianggap sebagai tempat yang paling berpeluang besar melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak di 296 wilayah provinsi, kabupaten/ kota, pada 9 Desember mendatang.…