Senin, 22 Januari 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Parpol Diminta Benahi Perekrutan Caleg

  • Penerapan sistem proporsional tertutup dalam pemilu belum tentu memunculkan calon anggota legislatif berkualitas dan memahami ideologi partainya.

    Hal ini menjadi salah satu sorotan dalam proses perubahan undang-undang tentang pemilu.

    Salah satu poin krusial dalam rancangan undang-undang tersebut adalah perubahan sistem proporsional terbuka menjadi tertutup.

    Partai politik (parpol) menilai perubahan tersebut menguntungkan karena parpol dapat menempatkan anggota legislatif yang memahami ideologi dan kepentingan partai.

    Meski demikian, peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Heroik Pratama menilai bahwa tidak ada jaminan calon legislator bisa seturut dengan kepentingan parpol.

    Seorang calon anggota legislatif bisa dipilih oleh parpol tidak berdasarkan kualitas dan pemahaman ideologi partai, tetapi berdasarkan kedekatan atau mahar politik.

    "Jadi parpol tidak bisa langsung menyimpulkan dengan sistem tertutup mereka bisa memiliki anggota legislatif yang pasti berkualitas," ujar Heroik di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

    Begitu pula jika UU Pemilu tetap mempertahankan sistem proporsional terbuka, di mana pemilik hak suara dapat memilih langsung wakil rakyat yang diinginkannya.

    Menurut Heroik, belum tentu sistem itu menghasilkan anggota legislatif dengan kualitas rendah karena pemilih tidak mengetahui kualitas calon.

    "Kalau partai merasa sistem proporsional terbuka nenghasilkan anggota legislatif yang kualitasnya rendah dan sulit dikontrol, ya yang salah tetap parpolnya. Kenapa dari awal parpol mengizinkan orang tersebut menjadi calon anggota legislatif," ucap Heroik.

    Hal serupa diutarakan oleh pengamat politik, Alfan Alfian. Ia berharap parpol segera membenahi sistem perekrutan calon anggota legislatif pada Pemilu 2019.

    Menurut Alfian, parpol harus segera merumuskan mekanisme perekrutan calon anggota parlemen secara transparan dan didasari oleh kemampuan dan integritas.

    Alfan mengatakan, ada berbagai cara yang bisa dilakukan parpol, yakni dengan melakukan konvensi terbuka untuk memilih calon anggota legislatif.

    Bisa pula dengan menggunakan metode musyawarah-mufakat yang prosesnya dibuka kepada publik.

    "Lebih-lebih kalau nantinya menggunakan sistem proporsional tertutup. Agar tak seperti membeli kucing dalam karung, parpol harus mampu meyakinkan publik dengan rekrutmen calon yang transparan dan berkualitas," kata Alfian.

    sumber : kompas.com


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Penting, Keberadaan Politisi Muda dalam Parpol

    Keberadaan politisi muda dalam partai politik (parpol) dinilai penting. Pasalnya, parpol membutuhkan regenerasi kader agar eksistensi politik tetap terjaga. "Tentu keberadaan politisi muda dalam suatu partai politik itu sangat penting.…
  • sample9

    Bawaslu harus cek dana kampanye parpol

    Partai politik (parpol) sudah menyerahkan laporan dana kampanye ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta untuk menelusuri kebenaran dana kampanye tersebut."Harus ada upaya dari Bawaslu untuk mengecek…
  • sample9

    Ini batasan sumbangan dana kampanye parpol

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuat batasan kepada calon penyumbang partai politik (parpol) untuk pembiayaan pada Pemilu 2014 mendatang. KPU membatasi bagi penyumbang parpol dengan batasan minimal Rp1 miliar untuk…
  • sample9

    Parpol berbenah

    MENDEKATI akhir tahun 2013, tensi politik Indonesia kian meningkat. Suasana pun jadi riuh rendah. Menyongsong masuknya tahun 2014 yang disebut-sebut sebagai tahun politik, persaingan kian kentara.Segala hal bisa menjadi sumber…
  • sample9

    Politik dinasti terbentuk karena kesalahan parpol

    Maraknya politik dinasti di beberapa daerah, menjadi tanggung jawab partai politik (parpol). Pasalnya, politik dinasti tidak akan menjadi persoalan jika dalam proses rekruitmen dilakukan transparan dan akuntabel dengan menimbang kemampuan…
  • sample9

    Program Parpol Harus Pro Masyarakat

    Dengan sistem proporsional terbuka, partai politik peserta pemilu harus memiliki program yang berpihak kepada masyarakat. Sebab, saat ini masyarakat lebih pragmatis terhadap dunia perpolitikan.