Senin, 23 Juli 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Presiden Jokowi Instruksikan Habis-habisan Bangun Citra Nasional

  • Membuka rapat terbatas (ratas) mengenai strategi peningkatkan citra Indonesia di mata dunia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua kementerian/lembaga habis-habisan membangun nation branding atau citra nasional.

    Menurutnya, citra berkorelasi dengan daya saing. Dalam artian, negara dengan citra yang baik akan mampu bersaing di dunia internasional. Citra yang baik juga mampu menjadi kekuatan dalam meningkatkan diplomasi. Oleh sebab itu, membangun citra yang baik sangatlah penting.

    "Sebagai negara yang besar Indonesia harus mempunyai citra, harus mempunyai reputasi yang positif di dunia internasional sehingga dengan reputasi positif itu bukan hanya memperkuat identitas kita seperti bangsa tetapi sekaligus meningkatkan daya saing negara kita dibandingkan negara negara yang lain. Oleh sebab itu harus kita garap habis-habisan nation branding kita sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing negara baik di bidang investasi baik di bidang perdagangan baik di bidang pariwisata," kata presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/9).

    Meskipun demikian, dalam rapat, presiden mengatakan perlu ada langkah konkrit meningkatkan citra positif Tanah Air. Salah satunya adalah mengkonsolidasikan langkah semua kementerian/lembaga yang dinilai masih terkotak-kotak.

    "Saya melihat dalam membangun nation Branding kementerian kementerian masih berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, strategi membangun citra positif Indonesia di mata dunia internasional cenderung terpisah-pisah, cenderung terkotak-kotak dan berjalan sendiri sendiri," ungkapnya.

    Mantan Gubernur DKI ini mencontohkan, Kementerian Dalam Negeri (Kemdag) mengangkat slogan Remarkable Indonesia, Kementerian Pariwisata (Kempar) mengusung Wonderful Indonesia. Bahkan dalam melakukan promosi pameran, menurutnya setiap kementerian belum terorganisasi dan terkonsolidasi dengan baik.

    "Saya sering jumpai stand pameran di ajang besar bukan hanya ukurannya yang kecil dengan penyelenggara dari kementerian dan pemerintah daerah yang berbeda-beda tetapi juga yang sering saya sampaikan lokasinya tidak strategis, sehingga tidak memperkuat meningkatkan citra Indonesia tetapi justru malah mengurangi," paparnya.

    Perintahkan Konsolidasi

    Oleh karena itu, dalam ratas, presiden menegaskan perlunya konsolidasi antar kementerian dan lembaga dalam upaya membangun citra nasional yang baik.

    "Oleh sebab itu saya minta agar egosentrisme membangun nation branding harus segera diperbaiki dan kita koreksi. Bersama-sama kita lakukan konsolidasi hingga kita mampu nanti bersaing dengan negara negara yang lain," tegasnya.

    Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa peningkatan citra nasional tidak sekadar membuat logo atau slogan, melainkan juga memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat sebab akan meningkatkan persepsi positif pemerintahan.

    Kemudian, presiden juga meminta agar kekuatan dari sisi diplomasi kuliner Indonesia diperkuat.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi Ditantang Berani Tiru Bung Karno

    Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK telah melewati 100 hari masa kerja. Beberapa menteri dinilai berkinerja buruk selama tiga bulan menjabat dan mulai muncul desakan Jokowi segera mencopot menteri tersebut.   Politikus…
  • sample9

    Perombakan Kabinet Kerja Jokowi Jadi Suatu Kebutuhan

    Pengamat dari Populi Center, Nico Harjanto, memprediksi Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, reshuffle adalah suatu kebutuhan untuk menciptakan pemerintahan yang…
  • sample9

    Kepercayaan Publik Terhadap Jokowi Masih Tinggi

    Pengamat dari Populi Center, Nico Harjanto, menyebut kepercayaan masyarakat kepada Presiden Joko Widodo masih cukup tinggi. Menurutnya, 70 persen masyarakat memberikan nilai 6-10 terhadap…