Senin, 24 September 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

30 Januari 2017, Timsel KPU-Bawaslu Serahkan Hasil Seleksi ke Presiden

  • Tim seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2017 – 2022 sudah menetapkan jadwal seleksi. Sesuai jadwal, rencananya Timsel akan melaporkan hasil seleksi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 30 Januari 2017.

    “Kami juga sudah menyelesaikan timeline jadwal seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu, dari jadwal yang kami susun kami perkirakan hasil akhir diserahkan ke Presiden pada 30 Januari,” kata Ketua Timsel Calon Anggota KPU-Bawaslu Saldi Isra kepada wartawan seusai rapat di sekretariat Timsel di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Kamis (15/9/2016).

    Berdasarkan jadwal yang disusun Timsel, jelas Saldi, ada tiga tahapan besar seleksi yang akan dilakukan. Pertama, tahap pengumuman, penerimaan pendaftaran, dan penelitian administrasi yang berakhir dengan pengumuman calon yang memenuhi syarat administrasi. Kedua, tahapan tes tertulis, kesehatan, dan tes psikologis yang akan berujung pada pengumuman hasil seleksinya pada 16 Desember 2016. Selanjutnya, tahap ketiga wawancara yang berakhir dengan penyampaian hasil akhir ke Presiden.

    “Kami sudah selesaikan soal pengumuman dan Insya Allah Senin (19 September 2016, pekan depan-red) ditayangkan untuk mengundang para peminat,” kata Saldi.

    Pengumuman pembukaan seleksi, kata Saldi, akan dilakukan sampai 20 Oktober 2016. Setelah itu masuk proses pendaftaran dan Timsel akan menerima pendaftaran pada 25 September 2016 sampai 3 November 2016.

    Minggu depan, lanjut Saldi, Timsel akan kembali menggelar rapat untuk membahas teknis sosialisasi Timsel, bagaimana dan ke mana saja. Sekaligus, membahas parameter penilaian Timsel terhadap calon-calon yang masuk nantinya.

    Timsel, sambungnya, juga telah menetapkan kode etik. Bagi anggota Timsel yang melanggar kode etik, maka akan kehilangan hak suara dalam rapat pengambilan keputusan Timsel. Contoh pelanggaran kode etik misalnya anggota Timsel bertemu dengan salah seorang calon, namun tidak memberitahukannya kepada anggota Timsel lainnya.

    “Jadi, tidak bisa menyampaikan voting ya, hak suaranya hilang. Kita tidak kualifikasi. Kita harap itu tidak terjadi,” ujar Saldi.


    Files Download :

Related Posts