Sabtu, 23 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Presiden: Perbedaan Menjadi Pemersatu Bangsa

  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa adanya perbedaan seharusnya menjadi pemersatu bangsa Indonesia.

    ”Di sini terlihat sekali perbedaan budaya kita. Ada Maindailing, Karo, Toba, Simalungun dan lainnya, tapi perbedaan itulah yang menyatukan kita,” kata Presiden Jokowi ketika menghadiri Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Minggu.

    Presiden Jokowi dan Ibu Negara tiba di lokasi acara sekitar pukul 15.15 WIB dan disambut sejumlah tarian tradisional Batak. Dalam kesempatan itu Presiden dan Ibu Negara mengenakan pakaian adat Batak. Presiden Jokowi mengenakan baju berwarna hitam dengan tutup kepala khas Batak, sedangkan Ibu Negara Iriana mengenakan baju warna merah. ”Karnaval ini harus dilanjutkan setiap tahunnya. Di sini terlihat sekali perbedaan budaya kita,” katanya.

    Ia menyatakan senang semua hadirin mengenakan kain ulos dan ikat kepala khas. ”Harus dilanjutkan, itulah identitas suku, daerah, yang akan menyatukan kita,” kata Jokowi.

    Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba digelar dalam rangka mempromosikan pariwisata Danau Toba ke seluruh dunia serta memperingati perayaan HUT ke-71 RI.

    Rangkaian acara tersebut akan diikuti oleh 26 provinsi, 7 kabupaten di sekitar Toba, 8 sub-etnik, dan berbagai komunitas budaya.

    Karnaval yang akan diikuti lebih dari empat ribu orang itu akan mengambil rute sekitar 3,5 kilometer yang akan dimeriahkan dengan berbagai acara hiburan menarik.

    Sejumlah anggota Kabinet Kerja hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Selain itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

    Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menanam pohon penghijauan di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

    ”Saya titip, saya ingin kawasan Danau Toba hijau lagi,” kata Presiden Jokowi dalam penanaman pohon penghijauan yang diikuti ra­tusan pelajar dan pramuka.

    Ia meminta agar pohon yang sudah ditanam dirawat dan diawasi agar benar-benar tumbuh menjadi pohon yang besar. ”Sampai akhir Desember 2016 akan ditanam sejuta pohon. Saya ingin tumbuh semua, jangan sampai ditanam sejuta yang tumbuh hanya 100 pohon,” katanya.

    Ia menyebutkan, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan bantuan pompa air untuk pemeliharaan tanaman itu. Khusus di Desa Tomok, yang akan dihijaukan mencapai 150 hektare yang akan menjadi kebun raya.

    Ia menyebutkan, selain tanaman buah, juga ada ta­naman keras yang ditanam di area itu.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi: Jangan Sampai Pemilu Hilangkan Kerukunan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia jangan sampai terpecah belah karena persoalan pilkada dan pemilu. Presiden meminta para politikus memberikan contoh pendidikan politik yang baik…
  • sample9

    Jokowi Ditantang Berani Tiru Bung Karno

    Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK telah melewati 100 hari masa kerja. Beberapa menteri dinilai berkinerja buruk selama tiga bulan menjabat dan mulai muncul desakan Jokowi segera mencopot menteri tersebut.   Politikus…
  • sample9

    Perombakan Kabinet Kerja Jokowi Jadi Suatu Kebutuhan

    Pengamat dari Populi Center, Nico Harjanto, memprediksi Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, reshuffle adalah suatu kebutuhan untuk menciptakan pemerintahan yang…
  • sample9

    Kepercayaan Publik Terhadap Jokowi Masih Tinggi

    Pengamat dari Populi Center, Nico Harjanto, menyebut kepercayaan masyarakat kepada Presiden Joko Widodo masih cukup tinggi. Menurutnya, 70 persen masyarakat memberikan nilai 6-10 terhadap…