Minggu, 24 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Akses bagi Penyandang Disabilitas Saat Pemilu Belum Memadai

  • Pemilihan Umum (Pemilu) hingga saat ini belum memberi akses terhadap kaum penyandang disabilitas, terutama disabilitas rungu dan disabilitas intelektual. Pemerintah dan KPU belum menyediakan penerjemah atau teks bagi penyandang disabilitas rungu serta pendamping bagi penyandang disabilitas intelektual. Padahal, para penyandang disabilitas merupakan warga negara yang memiliki hak untuk memilih.

    Bendahara Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Permas Alamsyah menyatakan, penyandang disabilitas rungu sering kali sudah berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS), namun tak menyadari namanya sudah dipanggil untuk masuk ke bilik suara karena petugas hanya memanggil melalui pengeras suara. Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat penyandang disabilitas tersebut kehilangan hak suara.

    "Kadang sudah hadir, tapi dia tidak tahu. Seharusnya ada akses untuk mereka, seperti penerjemah atau teks. Demikian juga dengan penyandang intelektual yang membutuhkan pendamping," kata Alam, sapaan Permas Alamsyah di sela-sela Pelatihan Panduan Media untuk Pemberitaan Pemilu Akses di Jakarta, Sabtu (13/8).

    Alam menyatakan, kebutuhan akses penyandang disabilitas rungu perlu diperhatikan pemerintah. Apalagi, secara fisik penyandang disabilitas rungu tidak kentara dibanding penyandang disabilitas lainnya.

    "Tunarungu tidak kentara disabilitasnya. Seperti orang biasa. Jadi orang lain tidak tahu," katanya.

    Tak hanya penyandang disabilitas rungu, Alam menuturkan, masih banyak TPS yang belum memberi akses terhadap penyandang disabilitas lainnya. Seperti, TPS yang masih berundak atau meja yang terlalu tinggi. Hal ini menyulitkan pengguna kursi roda baik penyandang disabilitas maupun para lanjut usia. "TPS yang berundak itu juga membuat lansia tidak bisa naik," katanya.

    Menurut Alam, pihaknya telah berkali-kali beraudiensi dengan KPU dan Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) agar mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas. Dikatakan, KPU, dan pemerintah sebenarnya telah mengetahui dan mengakomodasi kebutuhan dari para penyandang disabilitas. Namun, sering kali, aturan-aturan itu tidak diimplementasikan dengan baik di lapangan.

    "Mungkin kebijakan-kebijakan itu sudah disampaikan, tapi sampai ke bawahnya tidak. Pelaksanaan, dan implementasinya yang kurang. Teori-teori sudah jago semua, tapi praktiknya kurang," ungkapnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi: Jangan Sampai Pemilu Hilangkan Kerukunan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia jangan sampai terpecah belah karena persoalan pilkada dan pemilu. Presiden meminta para politikus memberikan contoh pendidikan politik yang baik…
  • sample9

    Pemilu paling rumit di dunia dan akhirat

    Bagi wartawan asing dan pengamat pemilu internasional, pemilu legislatif Indonesia merupakan pemilu paling kompleks di dunia. Beberapa media internasional pernah mengulas soal ini panjang lebar setelah mengikuti Pemilu 2004.Padahal pemilu…
  • sample9

    Kecurangan Pemilu Diprediksi Kecil

    Potensi kecurangan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang dinilai relatif kecil mengingat para penyelenggara pemilu di KPU saat ini lebih berpengalaman. Mayoritas komisioner KPU saat ini adalah mereka yang pernah…
  • sample9

    MPR Minta Persidangan Sengketa Pemilu MK Transparan

    Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan agar proses penyelesaian perselisihan hasil Pemilu 2014 di Mahkamah Konstitusi berlangsung transparan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum tersebut. "Adanya distrust…
  • sample9

    Pemilu Tidak Hambat Roda Pemerintahan

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 tidak akan menghambat roda pemerintahan di negara ini. Sebaliknya, pesta demokrasi lima tahunan itu menjadi pemicu bagi seluruh jajaran…
  • sample9

    Presiden SBY: Pemilu Tidak Perlu Gaduh

    Makassar - Ajang Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata. Dimulai dari pemilihan legislatif (Pileg), 9 April. Kemudian dilanjutkan pemilihan…
  • sample9

    Pemilu Serentak Lebih Efisien

     Pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI secara serentak…
  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…
  • sample9

    DKPP Dorong Penyelenggara Pemilu Taat Azas

    Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pemilu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, Cecep Agus Supriyatna, mengatakan, setidaknya ada tujuh indikator sebuah pemilu bisa dikatakan sukses.
  • sample9

    Sengketa Pemilu Harus Ditangani Lembaga Tersendiri

    Wakil Ketua DPD RI Laode Ida mendukung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tidak lagi menangani sengketa pemilu kepala daerah. Tertangkap tangannya Ketua MK Akil Mochtar justru mempertegas di dalam MK…