Senin, 10 Desember 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Mendagri: Sistem Pemilu Tertutup dan Terbuka Sama Baiknya

  • Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai, sistem pemilu proporsional terbuka dan tertutup memiliki sisi positif. Syaratnya, partai politik (parpol) dapat merekrut calon anggota legislatif (caleg) secara transparan.

    "Semua usulan misalnya proporsional tertutup ada baiknya, terbuka ada baiknya. Kedaulatan rakyat dan Parpol terjaga. Berarti kan selektiflah, rekrutmen mencari anggota DPR yang baik kandari partai," kata Tjahjo di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Kamis (21/7).

    Disinggung mengenai apabila sistem tertutup diterapkan, kewenangan Parpol lebih dominan menentukan caleg, dia tak berpandangan demikian. "Kita kembalikan ke Parpol rekrutmennya. Harus ada psikotes, harus tahu rekam jejak. Jangan mentang-mentang punya duit langsung (maju caleg) DPR, kan repot," ucapnya.

    Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (PD) Hinca IP Pandjaitan mengatakan, partainya belum memutuskan untuk mendukung salah satu sistem pemilu. Namun, dia menyatakan, partainya mengkaji kemungkinan diterapkannya sistem campuran. "Ada jalan tengah. Misalnya caleg nomor urut 1 dan 2 yang dipakai sistem tertutup, lalu 3 ke bawah terbuka," kata Hinca.

    Sekadar diketahui, dalam sistem tertutup, pemilih hanya akan memilih tanda gambar parpol, tanpa daftar caleg. Sedangkan, sistem terbuka atau yang dikenal dengan sistem suara terbanyak, tanda gambar Parpol serta nama caleg tercantum di kertas suara.

    "Ketika kita mau pilih mana sistemnya, kita harus lihat pengalaman selama ini. Sejak 2009 kita terapkan sistem terbuka, banyak pelajaran dipetik. Muncul politisi DPR yang wajah-wajah baru menghiasi peta politik di DPR yang belum terlalu lama di partai. Mereka tokoh populer artis, tapi ada jarak dengan Parpol," kata Hinca.

    Oleh karena itulah, menurutnya, hal terpenting saat ini yakni menjadikan demorkasi di Tanah Air semakin matang. "Kita harus cari jalan keluarnya. Bagaimana agar anggota dewan itu matang secara politik dan merepresentasikan wajah partai. Jadi jangan terjebak pada sistem mana yang dipilih," ujarnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Mendagri Ungkap Indonesia Negara Peraturan

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Indonesia sebagai negara peraturan lantaran banyaknya jumlah peraturan yang ada di tanah air. "Terkait efektivitas dan efisiensi yang menjadi arahan Presiden, ternyata negara kita negara…
  • sample9

    Mendagri Ingin Kembali Kedepankan Siskamling

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ingin kembali mengedepankan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk masalah penanganan konflik. Hal tersebut diungkapkan usai menutup Rapat Kordinasi Koordinasi Nasional…
  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    Mendagri: Stabilitas Nasional Tergantung Kerukunan Masyarakat

    <header 10;="" top:="" 0px;="" width:="" 360px;="" padding:="" margin:="" font-family:="" 'helvetica="" neue',="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" line-height:="" 17.6px;="" position:="" fixed="" !important;"=""><div class="fixed-top" 50px;="" background:="" rgb(210,="" 28,="" 30);"="">
  • sample9

    Kemendagri Fasilitasi Kepesertaan BPJS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan…
  • sample9

    Ini Pesan Mendagri Terkait Pilkada Serentak

    Kecamatan masih dianggap sebagai tempat yang paling berpeluang besar melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak di 296 wilayah provinsi, kabupaten/ kota, pada 9 Desember mendatang.…