Jumat, 22 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Pemilu Serentak 2019 Diusulkan Menggunakan Sistem Pemilu Campuran

  • Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, menilai, sistem pemilu proporsional terbuka dan tertutup mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagaimana pernah diterapkan di Indonesia. LIPI mengusulkan sistem pemilu campuran atau pararel di pemilu serentak 2019, untuk menutupi kelemahan dari sistem pemilu proporsional terbuka dan proporsional tertutup.

    "Kita ketahui bersama, sistem pemilihan, baik proporsional terbuka dan tertutup masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung kebutuhan kita sebenarnya, mau menggunakan sistem pemilu yang menghasilkan apa atau siapa. Kita mesti akui sistem proporsional terbuka yang lalu banyak kekurangannya. Di sisi lain, sistem proporsional tertutup memiliki kelemahan karena ditentukan oleh pimpinan partai, siapa di nomor satu, dua dan seterusnya," kata Syamsuddin di Jakarta, Rabu (20/7).

    Sistem campuran ini, kata Syamsuddin, merupakan gabungan sistem pemilu proporsional dan sistem pemilu distrik atau mayoritarianisme. Praktisnya, kata dia nanti ada sebagian daerah pemilihan yang menggunakan sistem proporsional dan dapil yang lain menggunakan sistem distrik.

    "Nanti, ada sebagian dapil yang menggunakan sistem proporsional, dapilnya besar, jumlah caleg relatif banyak, 3 sampai 6 caleg. Siapa yang menjadi anggota legislatif ditetapkan oleh partai atas dasar nomor urut. Di sisi lain, ada dapil yang kecil-kecil dari jumlah penduduk dan luas wilayah, calegnya dipilih berdasarkan sistem distrik di mana setiap caleg memperebutkan satu kursi untuk masing-masing dapil," jelas dia.

    Berdasarkan penelitian LIPI, kata Syamsuddin, nanti ada 60 persen daerah yang menggunakan sistem proporsional dan 40 persen dapil yang menggunakan sistem distrik. Sistem campuran ini, menurutnya, sudah diterapkan oleh beberapa negara lain seperti Filipina, Australia, dan Jepang. "Sistem ini, diterapkan untuk menutup kekurangan dari sistem proporsional tertutup dan terbuka," kata Syamsuddin.

    Soal sinyal pemerintah yang akan memilih sistem proporsional tertutup, menurut Syamsuddin, hal tersebut tidak serta merta tersebut merupakan kemunduran demokrasi. Pasalnya, sistem proporsional terbuka dan tertutup yang pernah diterapkan di Indonesia, sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan.

    "Sebab, kita sudah tahu masing-masing sistem mempunyai kelebihan dan kelemahan. Apakah tertutup atau terbuka, yang penting mekanisme pencalonan dibenahi. Jadi, kalau pun tertutup, berarti sistem tertutup yang disempurnakan. Kalau pun terbuka, maka pilihannya, terbuka yang disempurnakan," pungkasnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi: Jangan Sampai Pemilu Hilangkan Kerukunan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia jangan sampai terpecah belah karena persoalan pilkada dan pemilu. Presiden meminta para politikus memberikan contoh pendidikan politik yang baik…
  • sample9

    Pemilu, Antara Kemajuan dan Tantangan

    Pesta Demokrasi boleh dikatakan sudah rampung. Perolehan suara masing-masing partai sudah banyak dipublish oleh banyak lembaga survei. Masing-masing mengaku bahwa akurasi quick count (hitung cepat) masing-masing lembaga survei…
  • sample9

    Pemilu paling rumit di dunia dan akhirat

    Bagi wartawan asing dan pengamat pemilu internasional, pemilu legislatif Indonesia merupakan pemilu paling kompleks di dunia. Beberapa media internasional pernah mengulas soal ini panjang lebar setelah mengikuti Pemilu 2004.Padahal pemilu…
  • sample9

    Kecurangan Pemilu Diprediksi Kecil

    Potensi kecurangan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang dinilai relatif kecil mengingat para penyelenggara pemilu di KPU saat ini lebih berpengalaman. Mayoritas komisioner KPU saat ini adalah mereka yang pernah…
  • sample9

    MPR Minta Persidangan Sengketa Pemilu MK Transparan

    Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan agar proses penyelesaian perselisihan hasil Pemilu 2014 di Mahkamah Konstitusi berlangsung transparan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum tersebut. "Adanya distrust…
  • sample9

    Politik Pemilu

    PEMILU legislatif merupakan kesempatan bagi warga negara untuk memilih orang-orang baik yang akan memperjuangkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Persoalannya, baik menurut rakyat belum tentu baik menurut calon anggota legislatif, belum…
  • sample9

    Pemilu Tidak Hambat Roda Pemerintahan

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 tidak akan menghambat roda pemerintahan di negara ini. Sebaliknya, pesta demokrasi lima tahunan itu menjadi pemicu bagi seluruh jajaran…
  • sample9

    Presiden SBY: Pemilu Tidak Perlu Gaduh

    Makassar - Ajang Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata. Dimulai dari pemilihan legislatif (Pileg), 9 April. Kemudian dilanjutkan pemilihan…
  • sample9

    Pemilu Serentak Lebih Efisien

     Pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI secara serentak…
  • sample9

    Masyarakat Harus Disuguhi Edukasi Pemilu

    Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi (Prodem), Andrianto, menilai respons masyarakat terhadap tahapan pemilu sejatinya merupakan cermin sikap apatis publik terhadap pesta demokrasi.     "Sistem pemilu sangat boros dan high cost.…
  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…
  • sample9

    DKPP Dorong Penyelenggara Pemilu Taat Azas

    Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pemilu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, Cecep Agus Supriyatna, mengatakan, setidaknya ada tujuh indikator sebuah pemilu bisa dikatakan sukses.
  • sample9

    Sengketa Pemilu Harus Ditangani Lembaga Tersendiri

    Wakil Ketua DPD RI Laode Ida mendukung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tidak lagi menangani sengketa pemilu kepala daerah. Tertangkap tangannya Ketua MK Akil Mochtar justru mempertegas di dalam MK…