Senin, 24 September 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Indonesia Bersyukur, Ormas Gelar Apel

  • Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) sosial keagamaan, pemuda dan mahasiswa membentuk sebuah aliansi untuk menyelenggarakan apel Peringatan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni.

    Menurut  Sekretaris OC Aliansi Ugik Kurniadi, syukuran ini diselenggarakan sebagai salah satu respons positif menyambut ditetapkan Hari Lahir Pancasila 1 Juni oleh Presiden Jokowi melalui sebuah Keppres.

    “Ini langkah maju dalam kehidupan bernegara sehingga tidak ada lagi keraguan sedikitpun tentang hari lahir Pancasila,” ujar Sekretaris Jenderal Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Sabtu (28/5).

    Dengan mengambil tajuk “Indonesia Bersyukur”, apel akan diikuti sekitar 10.000 anggota Ormas Aliansi. Di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Walubi, Parisada Hindu dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

    Selain itu, kalangan mahasiswa, seluruh eksponen Kelompok Cipayung yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Kemudian forum komunikasi Alumni Kelompok Cipayung (KAHMI, PA GMNI, Forkoma PMKRI, IKA PMRII dan PN PS GMKI) serta belasan ormas pemuda lainnya.

    Acara akan diselenggarakan pada hari Rabu 1 Juni 2016 di Tugu Praklomasi, Jakarta Pusat. Acara ini dimeriahkan oleh berbagai atraksi budaya dan wayang kulit, dan diakhiri dengan pembacaan komunike bersama. Sejumah tokoh bangsa akan hadir, di antaranya Presiden Ke-5 Megawati Sukarnoputri.

    Anggota SC, Hermawi Taslim, mengatakan ormas pemuda dan mahasiswa sangat antusias menyambut Keppres tentang hari lahir Pancasila ini.

    “Setiap hari kami kewalahan menerima pendaftaran Ormas Pemuda untuk bergabung dengan Aliansi ini,” ujar Ketua Forum Komunikasi Alumni (FORKOMA) PMKRI.

    Lebih lanjut, Taslim mengatakan penetapan hari lahir Pancasila 1 Juni ini dapat menjadi daya dorong yang kuat untuk meneguhkan komitmen bernegara dalam masyarakat yang pluralistik, khususnya menghadapi tantangan global yang makin kompleks.

    “Saat ini kita harus terus bekerja keras dan senantiasa memberi keteladanan bagi generasi muda, dalam prinsip satu kata dan perbuatan,” ujar Taslim yang juga Ketua DPP PERADI ini.


    sumber : jpnn.com


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    UU Ormas Baru Mulai Disebarluaskan

    ORGANISASI massa ternyata sangat menarik untuk dibicarakan. Dan hari ini (30/11/2013) Direktorat Jendral Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)…
  • sample9

    Hari Ini Sosialisasi UU Ormas di Aceh

    JAKARTA - Hari ini, tim dari Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, mengadakan sosialisasi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, di Aceh.
  • sample9

    Kegiatan Ormas Bisa Dihentikan

    Sanksi peringatan tertulis kepada ormas diberikan secara bertahap. Mulai dari peringatan pertama, kedua, hingga ketiga.
  • sample9

    Bantuan ke Ormas Bisa Dihentikan

    Pemerintah bisa menjatuhkan sanksi kepada Ormas berupa penghentian bantuan. Hanya saja, sanksi ini baru bisa dikeluarkan jika Ormas yang bersangkutan sudah mendapatkan peringatan ketiga.