Sabtu, 23 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Ketika Menteri ‘Pontang-panting’ Dipanggil Presiden

  • Bagi seorang menteri, panggilan Presiden wajib dipatuhi. Dimana pun, dalam kondisi apa pun, jika Presiden memanggil, harus segera pergi menghadap.

    Meski sedang menghadiri acara sepenting apa pun. Panggilan Presiden harus dinomor satukan. Koran Jakarta, pernah melihat seorang menteri yang tiba-tiba harus balik kembali ke Jakarta, karena di panggil Presiden.

    Padahal, saat itu sang menteri sedang dalam perjalanan menuju sebuah daerah untuk menghadiri sebuah acara.

    Menteri tersebut, adalah Tjahjo Kumolo, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Saat itu, Koran Jakarta sedang ikut pergi ke Purwokerto bersama Mendagri Tjahjo Kumolo.

    Rencananya, Menteri Tjahjo akan menghadiri acara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Banyumas menggunakan kereta api. Berangkat dari Jakarta pagi hari dari Stasiun Gambir.

    Tiba di Purwokerto diperkirakan sekitar pukul 13.00 Wib. Kami pergi menumpang kereta Argo Dwipangga jurusan Jakarta-Solo. Kereta ini, hanya berhenti di tiga stasiun, yakni di Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Yogyakarta dan terakhir berhenti di Solo. Usai berhenti sejenak di stasiun Cirebon, tiba-tiba Menteri Tjahjo menghampiri wartawan yang ikut dengannya. Ia mengajak ngobrol santai.

    Tjahjo pun kemudian bercerita, kenapa ia memilih pakai kereta pergi ke Purwokerto. Katanya, ia ingin bernostalgia.

    Moda transportasi kereta api, kata dia, pernah jadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Dulu, saat awal-awal jadi anggota DPR, jika pulang kampung, selalu menumpang kereta api.

    Ketika itu, keluarganya masih tinggal di Jakarta.” Istri dan anak-anak saya, semuanya tinggal di Semarang,” kata Tjahjo.

    Dari tahun 1986 sampai tahun 1990-an, ia selalu pulang menumpang kereta. Setiap hari Sabtu, ia pulang ke Semarang. Kembali lagi ke Jakarta, Minggu malam. Melepas kangen katanya.

    Saat itu, gaji anggota dewan tak sebesar sekarang. Maka, kereta api jadi pilihan favoritnya untuk pulang dan pergi. Sebab jika naik pesawat, ongkosnya mahal. Ketika itu, belum menjamur maskapai low budget.

    “Saya ingat, waktu gaji 1 juta rupiah, ongkos pesawat ke Semarang, kalau tak salah sekitar 100 ribuan,” kata Tjahjo. Tentu ia tak mau menyianyiakan itu. Maka, setiap akhir pekan, ia mudik ke Semarang. Bahkan, ia sering naik kereta ekonomi.

    Jadi, merasakan betul bagaimana desak-desakan dalam gerbong. Ternyata juga, ia naik kereta bukan karena murah, tapi ada cerita lain dibalik itu.” Mertua saya itu, kepala stasiun,” kata dia.

    Ngobrol ngalor ngidul pun berhenti sejenak. Tjahjo tibatiba kembali lagi ke kursinya. Tapi tak lama, kemudian ia tampak datang lagi. “ Wah, saya harus balik ke Jakarta, dipanggil Pak Presiden,” katanya.

    Ia harus datang ke Jakarta, karena kabarnya akan ikut dilantik bersama dengan enam anggota Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas. Mendagri sendiri secara exofficio, otomatis jadi Wakil Ketua Kompolnas.

    Tapi karena perintah datang dari Presiden, ia harus patuh. Tjahjo pun kemudian sibuk mencari tumpangan untuk kembali ke Jakarta. Akhirnya, pesawat pun didapat.

    Pesawat helikopter yang akan membawanya terbang ke Jakarta. Helikopter akan menjemputnya di Sekolah Polisi Negara yang ada di Purwokerto.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Mendagri Ungkap Indonesia Negara Peraturan

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Indonesia sebagai negara peraturan lantaran banyaknya jumlah peraturan yang ada di tanah air. "Terkait efektivitas dan efisiensi yang menjadi arahan Presiden, ternyata negara kita negara…
  • sample9

    Mendagri Ingin Kembali Kedepankan Siskamling

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ingin kembali mengedepankan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk masalah penanganan konflik. Hal tersebut diungkapkan usai menutup Rapat Kordinasi Koordinasi Nasional…
  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    Mendagri: Stabilitas Nasional Tergantung Kerukunan Masyarakat

    <header 10;="" top:="" 0px;="" width:="" 360px;="" padding:="" margin:="" font-family:="" 'helvetica="" neue',="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" line-height:="" 17.6px;="" position:="" fixed="" !important;"=""><div class="fixed-top" 50px;="" background:="" rgb(210,="" 28,="" 30);"="">
  • sample9

    Kemendagri Fasilitasi Kepesertaan BPJS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan…
  • sample9

    Ini Pesan Mendagri Terkait Pilkada Serentak

    Kecamatan masih dianggap sebagai tempat yang paling berpeluang besar melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak di 296 wilayah provinsi, kabupaten/ kota, pada 9 Desember mendatang.…