Kamis, 21 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Presiden: Politik Kita Politik Kerja

  • Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh menteri agar melakukan gerak nyata dengan bekerja. Hal itu ditegaskan Presiden bahwa politik yang dianut pemerintahan saat ini adalah politik kerja.

    “Politik kita politik kerja bukan politik rencana, bukan politik wacana, tapi politik kerja,” tegas Presiden saat memberikan arahan dalam sidang paripurna kabinet di Gedung Sekertariat Negara, Jakarta, Kamis (8/4).

    Sidang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RA PBNP) Tahun 2016 dan Penghematan Pagu Anggaran Tahun 2016.

    Para menteri, menurut Presiden harus fokus pada apa yang sudah direncanakan agar nantinya bisa terlaksana di lapangan. “Selain itu juga bisa terwujud dan bisa bermanfaat bagi rakyat.

    Nanti rakyat yang akan menilai, kita ini sudah bekerja atau belum, mampu bekerja atau tidak,” kata Presiden Jokowi.

    Dalam kesempatan ini, Presiden tidak henti-hentinya menasihati para menteri agar fokus menyederhanakan aturan atau regulasi biar tidak terlalu banyak.

    “Semua kementerian harus bergerak di sini. Aturan yang rumit, bertele-tele hapus,” ucap Presiden. “Saya sudah perintahkan dua hingga tiga kali berkaitan dengan Perda, pangkas regulasi yang menghambat kecepatan kita bertindak.

    Inilah yang akan memberikan dorongan berkompetisi dengan negara’negara lain,” sambung Presiden. Presiden juga mengingatkan kepada para menterinya dan kepala lembaga agar mengendalikan anggaran di kementerian/ lembaga yang dipimpinnya.

    “Terkait reformasi perencanaan dan penganggaran, setiap menteri dan kepala lembaga wajib mengendalikan anggaran, jangan sampai diserahkan kepada bawahan,” katanya.

    Pada bagian lain Presiden menyatakan agar anggaran tidak dibagi habis secara merata di masing-masing bagian di kementerian atau lembaga.

    “Tidak perlu banyak program, yang penting fokus pada program yang berdampak kepada rakyat, memberikan multiplier effect,” katanya.

    Selain itu, Jokowi meminta para menteri dan kepala lembaga melakukan efisiensi anggaran baik belanja operasional Pembangunan Nasional I Regulasi yang Menghambat Diingatkan Lagi untuk Dicabut Presiden: Politik Kita Politik Kerja maupun belanja barang.

    “Lupakan belanja yang tidak prioritas, misalnya mobil,” kata Presiden. Presiden pun mengingatkan agar para menteri tidak terjebak pada money follow function yang menyebabkan anggaran hanya dibagi rata saja. “Itu enggak bisa, Kita harus fokus karena prioritas jelas,” tutup Presiden.

    Terus Diingatkan

    Sebelumnya, untuk kesekian kali Presiden Joko Widodo mengingatkan agar semua menteri anggota Kabinet Kerja untuk fokus bekerja. Hal ini disampaikan Presiden menjawab pertanyaan wartawan tentang isu reshuffle yang kembali menghangat.

    “Semuanya fokus kerja dulu, tidak usah ada yang dorongdorong, tidak usah. Tidak ada yang dikte-dikte, apalagi tidak usah ada intervensi,” ucap Presiden di Gelora Bung Karno, Minggu (3/4).

    Sebelumnya, isu akan adanya reshuffle kabinet berhembus kencang. Reshuffle diisukan akan dilakukan sebelum bulan April. Hingga kabar reshuffle akan dilaksanakan pada 31 Maret lalu di Istana.

    Namun hingga saat ini kabar tersebut tak jelas. Sumber Koran Jakarta mengatakan, rencana reshuffle kabinet itu disesuaikan dengan waktu keberangkatan Presiden dan Wakil Presiden ke luar negeri pada pekan depan.

    Rencananya, Wakil Presiden akan meninggalkan Jakarta pada Rabu depan (13/4) untuk menghadiri konferensi organisasi negara-negara Islam (OKI) di Istanbul, Turki, 14-15 April mendatang.

    Sedangkan Presiden akan memulai lawatan kenegaraannya ke Eropa, 17 April nanti. “Jadi pengumuman reshuffle (kabinet) rencananya awal pekan depan, sebelum wakil presiden dan presiden ke luar negeri,” kata sumber tersebut.

    “Jika tertunda, akan diumumkan setelah kunjungan Presiden ke Eropa.” Sejumlah pengamat politik yang dihubungi Koran Jakarta juga menilai, sebainya Presiden segera memastikan waktu perombaan kebinet ini agar ada kepastian dan tidak menjadi spekulasi baik di kalangan menteri kabinet sendiri maupun mereka yang ingin memanfaatkan momentum reshuffle tersebut.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    SBY Siap Sambut Presiden Terpilih

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap menyambut presiden baru, yang terpilih pada pemilihan presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang. Siapapun yang menang, baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto, SBY akan…
  • sample9

    13 Instruksi Presiden Soal Pelaksanaan Pilpres 2014

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka Rakornas Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat.     "Pada kesempatan ini…
  • sample9

    Presiden Yang PRO dengan Rakyat

    Ketika kita melihat televisi, baliho, dan iklan dipinggir jalan, banyak yang berlomba menampakkan dirinya untuk mencalonkan sebagai seorang pemimpin Negara. Di Indonesia sendiri lebih mengenalnya dengan kata Presiden. Ya.. kata…
  • sample9

    Presiden yang Mampu Bekerjasama dengan Rakyatnya

    Apa jadinya ketika tidak ada seorang nahkoda di suatu kapal yang tengah dalam perjalanan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Atau apa jadinya ketika tidak ada seorang pilot yang berada…
  • sample9

    Siap-siap Sambut Presiden Anyar

    SUSILO Bambang Yudhoyono tinggal sebentar lagi menjabat presiden. Jika tak ada aral melintang, rakyat Indonesia akan mempunyai…
  • sample9

    Presiden SBY: Pemilu Tidak Perlu Gaduh

    Makassar - Ajang Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata. Dimulai dari pemilihan legislatif (Pileg), 9 April. Kemudian dilanjutkan pemilihan…
  • sample9

    Presiden SBY Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2013) pagi. Upacara dihadiri Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Wakil Presiden…