Jumat, 22 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Sistem Ini Dorong PNS Kemendagri Produktif

  • Biro Kepegawaian Kementerian Dalam Negeri akan menerbitkan sistem aplikasi berbasis online untuk mengukur penilaian kerja. Metode ini mendorong para pegawai negeri sipil (PNS) lebih produktif karena pembayaran tunjangan mereka berdasarkan hasil hitungan tersebut.
    Kepala Biro Kepegawaian Kemendagri, Muhammad Nur mengatakan, sistem ini memang masih dalam tahap percobaan selama minimal 6 bulan, dan paling lambat sekitar 1 tahun. Menurut dia, masih perlu try out terhadap sistem ini karena memang berbasih online.

    “Jadi nantinya sistem ini mendorong PNS di Kemendagri bisa lebih produktif,” kata Nur, Rabu (24/2).

    Mekanismenya nanti, setiap pekerjaan yang nantinya para pegawai lakukan, langsung mereka buat laporannya. Setelah itu, atasanya menilai pekerjaan tersebut. Kalau memang dianggap layak, maka laporan tersebut diterima. Secara online, langsung terhitung berapa nominal pekerjaan itu.

    Menurut dia, kalau memang para pegawai ini tidak banyak melakukan pekerjaan, maka mereka tak mendapatkan uang tunjangan. Jadi ke depan selain penilain absen dari finger print, ada juga dari kinerja dan komptensi mereka dengan cara sistem aplikasi tersebut.

    “Aplikasi online ini juga bisa dioperasikan lewat telepon selular,” ungkap dia.

    Selain sistem aplikasi ini, Nur juga mengatakan, Biro Kepegawaian Kemendagri juga memiliki asesmen potensi. Ada tim yang menilai seluruh pegawai terkait bakat dan kemampuan mereka. Pada 2016 ini, ia menargetkan, sekitar 4.000 PNS Kemendagri akan ikut tes ini.

    “Kemarin Desember 2015, sebanyak 300an pejabat eselon 3 dan 4 kami sudah asessmen. Dari hasil tes ini, kami bisa melihat sejauh mana potensi mereka dan dimana bakatnya,” ujar dia.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Kemendagri Fasilitasi Kepesertaan BPJS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan…