Senin, 10 Desember 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Sistem Pemilu Sudah Bagus, Tak Perlu Evaluasi

  • Evaluasi sistem pemilu dinilai tak perlu dilakukan karena sistem proporsional yang berlaku sekarang sudah sangat tepat untuk tetap diterapkan.

    “Sebaiknya kita tidak bergerak mundur, sebaiknya kita melangkah maju. Dengan adanya usulan mengevaluasi sistem pemilu dari proposional terbuka menjadi tertutup membuktikan parpol enggan mengubah diri,” kata Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, Rabu (27/1).

    Apabila tujuan evaluasi salah satunya terkait refleksi kinerja DPR yang buruk, menurutnya, evaluasi bukanlah solusi. Apalagi jika ada yang berargumentasi bahwa sistem saat ini membuat biaya politik semakin mahal atau terjadinya persaingan di antara calon satu partai.

    “Sebetulnya parpol punya peran penting untuk menghasilkan orang-orang yang baik di parlemen kita. Cara menjawab persoalan dengan kembali ke sistem proporsional tertutup memang cara paling mudah dilakukan. Tapi ini membuktikan partai tidak mau 'bercapek ria' membina kadernya,” tukasnya.

    Dia mengingatkan bahwa sistem tertutup berpotensi disalahgunakan oleh parpol.

    “Apa parpol bisa menjawab kalau yang dimasukkan sebagai caleg (calon anggot legislatif) bukan bagian dari keluarga petinggi parpol itu sendiri? Kalau sistem tertutup, supaya bisa dicalonkan partai tentu bayarnya luar biasa,” kata dia.

    Sebastian mengatakan agar seluruh parpol dapat berkomitmen memperbaiki diri dan menunjukkan diri sebagai partai modern, transparan dan demokratis.

    Tanggapan Mendagri
    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, evaluasi sistem pemilu akan menjadi salah satu isu krusial dalam revisi undang-undang (UU) Pemilu.

    “Soal sistem proporsional terbuka atau tertutup. PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) usul tertutup, Golkar juga. Saya kira menunggu baiknya bagaimana saja,” kata Tjahjo.

    Sekadar diketahui, sistem proporsional terbuka digunakan pada Pemilu 2014. Dengan sistem proporsional terbuka, penghitungan suara berbasis kuota suara dan habis di daerah pemilihan. Kemudian calon legislatif yang terpilih berdasarkan suara terbanyak.

    PDI-P, PKS, dan Golkar
    Sejumlah parpol seperti PDIP, Partai Golkar (PG) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewacanakan agar sistem proporsional terbuka diganti dengan tertutup.

    Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, sistem tertutup bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab partai dalam mempersiapkan calon-calon anggota legislatif. Dengan begitu, para calon diharapkan memiliki kemampuan dalam menjalankan fungsi anggaran, pengawasan, dan fungsi representasi terhadap konstituen.

    Selanjutnya, membentuk kesadaran ideologi, organisasi, politik, lingkungan, dan kesadaran untuk menyelesaikan persoalan rakyat secara gotong-royong, maka seluruh calon anggota legislatif diwajibkan mengikuti pendidikan kader.

    Menurut Hasto, pendidikan dimaksudkan untuk mempersiapkan kader berkarakter, memiliki budi pekerti luhur, dan telah menjalankan revolusi mental sehingga mampu bertindak disiplin, dan memegang teguh azas jatidiri, dan watak partai. Usulan mengenai sistem tertutup menjadi salah satu sub butir Rapat Kerja Nasional I PDIP.

    Sementara itu, Ketua Umum DPP PG, Aburizal Bakrie (ARB) juga menyampaikan hal sama saat menutup Rapat Pimpinan Nasional PG.

    “UU Pemilu yang akan dilakukan perbaikan, ada secara khusus dibicarakan usulan Partai Golkar sistem pemilihan umum yang akan datang, dapat diubah dari satu proporsional terbuka ke proporsional tertutup,” kata ARB.

    Salah satu poin dalam Rapat Koordinasi Nasional PKS pun merekomendasikan diterapkannya sistem tertutup. Presiden PKS Sohibul Iman menjelaskan bahwa PKS tetap pada upaya mendukung sistem pemilu berdasar proporsional tertutup.

    “Dengan model pemilu sekarang, seseorang yang punya uang dan dekat dengan penguasa partai dengan mudah mendapatkan nomor atas untuk ikut serta dalam pemilu legislatif. PKS ingin sistem kepartaian yang berpihak pada kader partai itu sendiri,” kata Sohibul.

    “Kita menginginkan DPR yang berkualitas, hulunya ada di sistem pencalegan. Dengan sistem proporsional tertutup, partai ini didorong untuk menghasilkan kader yang berkualitas dan diakui masyarakat luas.”


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi: Jangan Sampai Pemilu Hilangkan Kerukunan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia jangan sampai terpecah belah karena persoalan pilkada dan pemilu. Presiden meminta para politikus memberikan contoh pendidikan politik yang baik…
  • sample9

    Pemilu, Antara Kemajuan dan Tantangan

    Pesta Demokrasi boleh dikatakan sudah rampung. Perolehan suara masing-masing partai sudah banyak dipublish oleh banyak lembaga survei. Masing-masing mengaku bahwa akurasi quick count (hitung cepat) masing-masing lembaga survei…
  • sample9

    Pemilu paling rumit di dunia dan akhirat

    Bagi wartawan asing dan pengamat pemilu internasional, pemilu legislatif Indonesia merupakan pemilu paling kompleks di dunia. Beberapa media internasional pernah mengulas soal ini panjang lebar setelah mengikuti Pemilu 2004.Padahal pemilu…
  • sample9

    Kecurangan Pemilu Diprediksi Kecil

    Potensi kecurangan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang dinilai relatif kecil mengingat para penyelenggara pemilu di KPU saat ini lebih berpengalaman. Mayoritas komisioner KPU saat ini adalah mereka yang pernah…
  • sample9

    MPR Minta Persidangan Sengketa Pemilu MK Transparan

    Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan agar proses penyelesaian perselisihan hasil Pemilu 2014 di Mahkamah Konstitusi berlangsung transparan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum tersebut. "Adanya distrust…
  • sample9

    Politik Pemilu

    PEMILU legislatif merupakan kesempatan bagi warga negara untuk memilih orang-orang baik yang akan memperjuangkan kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Persoalannya, baik menurut rakyat belum tentu baik menurut calon anggota legislatif, belum…
  • sample9

    Pemilu Tidak Hambat Roda Pemerintahan

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 tidak akan menghambat roda pemerintahan di negara ini. Sebaliknya, pesta demokrasi lima tahunan itu menjadi pemicu bagi seluruh jajaran…
  • sample9

    Presiden SBY: Pemilu Tidak Perlu Gaduh

    Makassar - Ajang Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata. Dimulai dari pemilihan legislatif (Pileg), 9 April. Kemudian dilanjutkan pemilihan…
  • sample9

    Pemilu Serentak Lebih Efisien

     Pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI secara serentak…
  • sample9

    Masyarakat Harus Disuguhi Edukasi Pemilu

    Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi (Prodem), Andrianto, menilai respons masyarakat terhadap tahapan pemilu sejatinya merupakan cermin sikap apatis publik terhadap pesta demokrasi.     "Sistem pemilu sangat boros dan high cost.…
  • sample9

    Pemilu 2014, Target Teroris

    Terorisme di Indonesia bak amoeba yang dengan cepatnya membelah diri sehingga terus berkembang dan bertambah banyak. Itu sebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman…
  • sample9

    Inilah 14 Kerawanan Pemilu 2014

    Lembaga Indonesian Parliamentary Center menyebutkan 14 kerawanan yang harus diwaspadai dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014. "Ada 14 potensi kerawanan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014," kata Sulastio…
  • sample9

    JPPR Harapkan Partisipasi Masyarakat Pantau Pemilu 2014

    Deputi Internal Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Masyukurudin Hafidz mengatakan media sosial selama ini cukup efektif dalam penyebaran informasi dan pemantauan pemilu. Diharapkan melalui media sosial juga bisa memberi…
  • sample9

    Pengamat: Caleg Muda Meriahkan Pemilu 2014

    Pengamat bidang sosial politik, Ihsanudin Husin berpendapat, kehadiran calon anggota legislatif dari kalangan muda, sangat bagus untuk memeriahkan Pemilu 2014."Apalagi kalau calon anggota legislatif (caleg) muda tersebut memiliki kualitas dan…
  • sample9

    DKPP Dorong Penyelenggara Pemilu Taat Azas

    Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pemilu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, Cecep Agus Supriyatna, mengatakan, setidaknya ada tujuh indikator sebuah pemilu bisa dikatakan sukses.
  • sample9

    Sengketa Pemilu Harus Ditangani Lembaga Tersendiri

    Wakil Ketua DPD RI Laode Ida mendukung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tidak lagi menangani sengketa pemilu kepala daerah. Tertangkap tangannya Ketua MK Akil Mochtar justru mempertegas di dalam MK…