Kamis, 21 Februari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Kemendagri Lacak Beberapa PNS yang Menghilang

  • Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sedang jadi pembicaraan. Sepak terjangnya ramai diberitakan. Organisasi ini dikaitkan dengan menghilangnya sejumlah pegawai negeri sipil di Purbalingga, Jawa Tengah. Para pegawai negeri ini diduga menghilang karena ikut kegiatan organisasi tersebut.

    Dengan runtut Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo mengungkapkan kronologi hilangnya para PNS tersebut. Suatu waktu ia dapat laporan tentang hilangnya dua PNS di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ia pun segera melacaknya.
    “Pada hari Rabu tanggal 23 Desember 2015, diperoleh informasi dari berbagai sumber terkait adanya salah satu pejabat di lingkungan Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Purbalingga yang meninggalkan urusan kedinasan tanpa keterangan yang jelas,” tutur Soedarmo pada Koran Jakarta, kemarin.

    Diduga menghilangnya pejabat itu, ada keterkaitan dengan gerakan salah satu organisasi massa. Nama pejabat itu adalah Widodo Panca Nugraha dengan golongan atau pangkat Penata/III c. “Jabatan dia, Kasubbag Rapat Sekretariat DPRD Kabupaten Purbalingga,” katanya.

    Tidak Pulang

    Tidak hanya itu, lanjut Soedarmo, Widodo juga menyerahkan kunci sepeda motor dinasnya. Tapi pada 17 Desember 2015, Widodo tak tampak batang hidungnya di Kantor Sekwan DPRD Purbalingga. Padahal, waktu itu di DPRD Purbalingga sedang dilaksanakan rapat paripurna. Esok harinya, istri Widodo, Kencana Wulansari, justru datang ke Kantor DPRD Purbalingga mencari suaminya yang tidak pulang.

    Pihaknya, kata Soedarmo, juga langsung menyelidiki. Didapat informasi tentang organisasi Gafatar. DPD II Gafatar Purbalingga disinyalir mengirimkan anggotanya untuk mengikuti kegiatan Diksar di Wilayah Lampung. Didapat informasi bahwa Gafatar Purbalingga sedang melaksanakan survei di Kalimantan. “Survei dengan maksud dan tujuan akan mendirikan perkampungan Gafatar di Kalimantan,” ujarnya.

    Ternyata Widodo pernah bergabung dengan Ormas Gafatar. Widodo pernah menduduki jabatan pengurus harian DPD II Gafatar Purbalingga. Widodo pernah menandatangani surat pernyataan di atas materai yang menjelaskan bahwa dia sudah keluar dari kepengurusan Gafatar Purbalingga dan kembali kepada ajaran agama Islam sesuai dengan tuntunan AlQuran dan ajaran Nabi Muhammad SAW.

    Selain kasus hilangnya Widodo, lanjut Soedarmo, pihaknya juga mendapat laporan kasus serupa. Pada Oktober 2015, Sekretaris Kelurahan Kembaran Kulon, Praptono Adi, mengajukan pengunduran diri sebagai PNS di Pemkab Purbalingga. Nah, antara Widodo dan Praptono, keduanya pernah menjadi pengurus DPD Gafatar Purbalingga.

    Menurut Soedarmo, ada keterkaitan antara hilangnya Widodo dan Praptono. Kemungkinan besar kedua orang tersebut telah bergabung dengan Gafatar.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Kepala Daerah Diminta Sosialisasikan Netralitas PNS

    Kepala daerah (Kada) selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) diminta menyosialisasikan pentingnya netralitas aparatur sipil negara (ASN) khususnya PNS menjelang pilkada serentak. Hal itu untuk mencegah terjadinya…