Senin, 22 Oktober 2018 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Tingkat Keterpilihan Perempuan Masih Rendah Di Pilkada

  • Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menilai tingkat keterpilhan perempuan di Pilkada serentak 2015 masih rendah. Berdasarkan data KPU di tingkat daerah, hanya 46 orang perempuan pemenang Pilkada Serentak di 264 daerah.

    Dalam Pilkada kali ini, hanya 45 daerah yang melahirkan perempuan pemimpin, yakni di 39 kabupaten dan 6 kota. Ada 24 orang perempuan yang terpilih sebagai kepala daerah, dan 22 orang perempuan yang terpilih sebagai wakil kepala daerah.

    “Angka yang terlampau kecil—hanya 17 persen—bila dibandingkan dengan banyak daerah yang dimenangkan laki-laki. Jika dibandingkan dengan jumlah kepala dan wakil kepala daerah yang memenangkan pilkada, ada 46 perempuan dari 528 orang atau 8,7 persen yang memenangkan Pilkada di 264 daerah,” ujar Titi di Jakarta, Minggu (20/12).

    Titi mengungkapkan tingkat keterpilihan perempuan calon kepala daerah tak mencapai separuh dari jumlah pencalonan. Berdasarkan data tersebut, katanya hanya 46 perempuan kepala daerah yang terpilih dari 124 perempuan yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

    “Angka tersebut menunjukkan keterpilihan perempuan hanya mencapai 37,1 persen, tidak sampai separuhnya,” tutur dia.

    Jika dilihat lebih rinci, lanjut dia, 41,38 persen perempuan terpilih sebagai kepala daerah (24 dari 58 perempuan yang mencalonkan diri). Mereka menang dengan perolehan suara rata-rata 57,44 persen. Sementara dalam keterpilihan wakil kepala daerah, 33,33 persen perempuan terpilih sebagai wakil kepala daerah (22 dari 66 perempuan yang mencalonkan diri). Rata-rata kemenangannya berada di kisaran 44,57 persen.

    “Wajah perempuan kepala daerah terpilih didominasi oleh petahana dan kader partai. Jumlahnya paling banyak dibanding dengan latar belakang lain. Ada 12 dari 24 perempuan (50 persen) terpilih yang berlatar belakang sebagai petahana dan kader partai,” jelas Titi.

    Titi kemudian menjelaskan jumlah ini hanya terpaut satu saja dari jumlah perempuan yang mempunyai hubungan kekerabatan dengan elit. Ada 11 dari 24 (45, 83 persen) perempuan yang mempunyai hubungan kekerabatan dengan elit. Jumlah ini sama dengan jumlah perempuan kepala daerah terpilih yang berlatar belakang mantan anggota DPR/DPRD/DPD.

    Sementara perempuan wakil kepala daerah didominasi oleh mantan anggota DPR/DPD/DPRD. Sebanyak 9 dari 22 (40,91 persen) perempuan berlatar belakang mantan anggota DPR/DPD/DPRD. Di posisi kedua, sebanyak 6 dari 22 (36,36 persen) perempuan adalah kader partai. Sementara perempuan yang mempunyai hubungan kekerabatan dengan elit berjumlah 8 dari 22 (27,27 persen).

    Sementara peniliti Perludem lain Maharddhika menilai perempuan yang berlatar belakang kader partai cukup signifikan angka keterpilihannya. Ada 12 perempuan terpilih dari 19 perempuan (63,16 persen) berlatar belakang kader partai yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

    “Ini menunjukkan mesin partai bekerja baik di daerah dimana perempuan kader partai tersebut mencalonkan,” kata Maharddhika.

    Menurut dia, fakta ini mesti direspon positif oleh partai. Melihat angka keterpilihan yang tinggi, partai mesti dituntut untuk tidak lagi mencalonkan perempuan dengan hanya mempertimbangkan elektabilitas tinggi tetapi mulai mencalonkan perempuan yang berkualitas. Partai memiliki pekerjaan rumah untuk mempertemukan signifikansi kehadiran perempuan dengan makin membaiknya integritas dan kualitas.

    “Kualitas perempuan bisa ditingkatkan dengan upaya mendorong perempuan untuk hadir dalam struktur pengurus harian serta terlibat dalam setiap perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan internal partai,” tandas dia.

    “Angka keterpilihan perempuan petahana justru kecil. Ada 12 perempuan terpilih dari 21 perempuan (57,14 persen) yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Modal sosial dan kapital yang dikonsolidasikan saat menjabat posisi strategis di eksekutif tidak dijalankan maksimal oleh perempuan,” tambah Maharddhika menjelaskan.


    Files Download :

Related Posts

  • UU Pilkada Bakal Direvisi Lagi

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) paling lambat terealisasi Agustus mendatang. Karena itu pemerintah bersama DPR hingga kini masih terus berupaya merampungkan hal-hal…
  • sample9

    Revisi UU Pilkada Harus Tuntas Agustus 2016

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta anak buahnya pada Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) melibatkan pihak ketiga dalam penyusunan draf revisi Undang-Undang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota…
  • sample9

    Menteri dan Kepala Daerah Dilarang Cuti Kampanye Pilkada

    Seluruh pejabat pembina kepegawaian (PPK) baik pusat dan daerah diminta tidak melakukan kampanye saat pelaksanaan Pilkada serentak. Permintaan itu dituangkan dalam Surat Edaran MenPAN-RB No. 3236/M.PANRB/07/2015…
  • sample9

    Ini Pesan Mendagri Terkait Pilkada Serentak

    Kecamatan masih dianggap sebagai tempat yang paling berpeluang besar melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak di 296 wilayah provinsi, kabupaten/ kota, pada 9 Desember mendatang.…
  • sample9

    Mendorong Afirmasi Perempuan di Pencalonan Pilkada

    Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mendorong afirmasi perempuan di pencalonan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sebab, dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 Pilkada tentang Pilkada tak…
  • sample9

    Pembiayaan Pilkada Menjadi Pertimbangan Pemerintah

    Pemerintah berkeinginan pelaksanaan pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota secara serentak tetap dilaksanakan pada 2015. Masalah penganggaran menjadi salah satu pertimbangan pemerintah sehingga menginginkan pemilihan kepala daerah (pilkada) tetap di…
  • sample9

    RUU PIlkada Akan Atur Larangan Politik Dinasti

    Anggota Komisi II DPR RI Malik Haramain mengatakan semua fraksi telah menyetujui larangan penerapan politik dinasti dalam Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah."Meski RUU-nya belum diputus, tapi semua fraksi hingga Minggu…