Sabtu, 23 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Mendagri: Kesalahan Anak Buah juga Kesalahan Pimpinan

  • Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyatakan, rektor dan pengasuh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tidak bisa lepas dari tanggung jawab terjadinya tindak kekerasan praja IPDN terhadap taruna Akademi Militer (Akmil) saat studi banding ke kampus IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

    “Pejabat dan pengasuh IPDN akan kita evaluasi. Kita akan berhentikan mulai dari rektor dan anak buah. Kesalahan anak buah juga kesalahan pimpinan,” kata Tjahjo saat memberi kata sambutan dalam acara Gerakan Disiplin Nasional 2015 di Jakarta, Minggu (29/11).

    Kasus pemukulan terjadi pada 19 November 2015. Saat itu taruna Akmil yunior bersama rekan-rekannya tengah melakukan studi banding ke IPDN. Namun pada malam hari, ada dua taruna Akmil yang dibawa senior praja IPDN dan dipukuli. Alasannya kedua taruna itu foto-foto di area yang dilarang di IPDN.

    Terkait dengan praja IPDN yang melakukan tindak kekerasan terhadap taruna Akmil, Mendagri Tjahjo menyatakan telah menindaknya berupa pemecatan tidak hormat. “Kemarin saya berhentikan tidak hormat praja IPDN tersebut karena melakukan pemukulan,” katanya.

    Selain itu, imbuh Tjahjo, Kemendagri akan membentuk tim khusus mengusut persoalan terjadinya tindak kekerasan di IPDN. “Saya bentuk tim kasus ini, siapa yang tanggung jawab pasti ada sanksi, tidak ada alasan kelalaian atau pengasuh kecolongan. Setahun yang lalu saat saya masuk di IPDN dalam apel praja IPDN saya ingatkan kasus-kasus lama tidak boleh terulang kembali, kalau terulang harus ada sanksi tegas,” katanya.

    Akibat kejadian itu rencana kerjasama IPDN dengan Akademi Polisi (Akpol) dan Akmil ditunda. “Kerja sama dengan Akpol dan Akmil kami akan tunda dulu sampai Praja IPDN berdisiplin penuh atau revolusi mental harus dimulai dari CPNS praja IPDN termasuk pengasuh dan pejabatnya,” ujar Mendagri.

    Revolusi Mental

    Ditegaskan, Presiden Jokowi dengan revolusi mentalnya mengingikan ke depan bangsa ini mandiri, berdaulat, dan berkepribadian. Untuk ini harus dimulai dari disiplin. Karena itu, disiplin harus dikumandangkan terus menerus setiap hari.

    “Disiplin itu harus dimulai dari ucapan, perilaku, hal kecil seperti buang sampah, lalu taat kepada aturan dan hukum. Kalau tidak, bangsa ini bisa tercerai berai, misalnya saja narkoba jadi bahaya nasional,” tutur Tjahjo.

    Pemimpin dalam level apapun, kata Tjahjo, yang mesti memulai serta memberi contoh. Misalnya di Kementerian Dalam Negeri, yang pertama memberi contoh disiplin adalah Mendagri, lalu para pejabat sampai tingkat bawah. Maka, kejadian di IPDN mesti jadi pelajaran, terutama bagi para pemimpin di sekolah itu. Peristiwa di Jatinangor adalah contoh pemimpin yang belum mampu mendisiplinkan anak buah serta siswa asuhnya.

    “Itu sebabnya saya terpaksa pecat praja IPDN dan mengganti pejabat IPDN karena tidak bisa memberi contoh yang baik sampai terjadi perkelahian. Jadi harus dimulai, berani ambil risiko dan sikap. Kalau tidak repot,” kata Mendagri Tjahjo.

    Dihubungi terpisah, anggota Komisi II DPR, Arwani Thomafi mendesak ada evaluasi mendalam terhadap IPDN. Jangan sampai citra buruk terus mengiringi institusi tersebut.

    “Kasus pemukulan ini sangat memalukan. Ini bukan kali pertama terjadi. IPDN harus bisa mengubah dirinya sendiri. Kiprahnya sebagai aparat sipil negara dinanti oleh rakyat. Jangan hanya jadi jagoan adu jotos saja,” katanya. 


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Mendagri Ungkap Indonesia Negara Peraturan

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Indonesia sebagai negara peraturan lantaran banyaknya jumlah peraturan yang ada di tanah air. "Terkait efektivitas dan efisiensi yang menjadi arahan Presiden, ternyata negara kita negara…
  • sample9

    Mendagri Ingin Kembali Kedepankan Siskamling

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ingin kembali mengedepankan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk masalah penanganan konflik. Hal tersebut diungkapkan usai menutup Rapat Kordinasi Koordinasi Nasional…
  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    Mendagri: Stabilitas Nasional Tergantung Kerukunan Masyarakat

    <header 10;="" top:="" 0px;="" width:="" 360px;="" padding:="" margin:="" font-family:="" 'helvetica="" neue',="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" line-height:="" 17.6px;="" position:="" fixed="" !important;"=""><div class="fixed-top" 50px;="" background:="" rgb(210,="" 28,="" 30);"="">
  • sample9

    Kemendagri Fasilitasi Kepesertaan BPJS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan…
  • sample9

    Ini Pesan Mendagri Terkait Pilkada Serentak

    Kecamatan masih dianggap sebagai tempat yang paling berpeluang besar melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak di 296 wilayah provinsi, kabupaten/ kota, pada 9 Desember mendatang.…