Selasa, 26 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Golput Tak Pernah Kalah dalam Sejarah Pemilu Indonesia

  • Angka Golongan putih (Golput) dalam penghitungan suara setelah pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang, dipastikan sulit untuk dapat terkalahkan.

    "Mulai dari pemilihan presiden, pemilu legislatif maupun pemilihan kepala daerah, belum pernah ada mencatat sejarah, golput bisa terkalahkan," ujar pemerhati pilkada, Roder Nababan kepada SP, Rabu (18/11) malam.

    Roder mengatakan, terjadinya golput dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, sosialisasi oleh penyelenggara pemilu masih minim. Kondisi ini membuat masyarakat kurang berminat untuk memilih calon yang diharapkan.

    "Kedua, belum ada kepala daerah yang menepati janjinya sesuai dengan program visi dan misinya sesaat sebelum pelaksanaan pilkada. Hanya ada segelintir kepala daerah yang mau membangun wilayahnya," katanya.

    Ketiga, kecurangan dalam penyelenggaraan pilkada yang dilakukan oleh pihak tertentu, ditengarai juga melibatkan penyelenggara pemerintahan maupun penyelenggara pemilu itu.

    "Saat ini, ada beberapa calon kepala daerah benar - benar serius dalam membangun daerah di pilkada serentak, yaitu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Kabupaten Humbahas, Dosmar Banjarnaor - Saut Parlindungan Simamora," ungkapnya.

    Menurutnya, penyelenggara pemilu memiliki tantangan berat jika mampu mengalahkan angka golput tersebut. Pilkada ini menjadi parameter pelaksanaan pemilihan presiden tahun 2019 mendatang.

    "Yang terakhir merupakan faktor pemilih. Data yang dimiliki pemerintah sama sekali tidak bisa diandalkan. Buktinya, banyak warga yang sudah pantas memilih justru tidak terdaftar sebagai pemilih," sebutnya.


    Files Download :

Related Posts