Minggu, 21 April 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Mendagri: Tingkatkan Deteksi Dini

  • Tragedi teror yang menyebabkan ratusan korban tewas di Paris, Prancis harus diwaspadai oleh Pemerintah RI. Karenanya diperlukan deteksi dini seluruh aparat intelijen dan pemerintahan agar aksi teror tak terjadi di Tanah Air.

    Demikian dikemukakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai peresmian Monumen Laskar Tionghoa dan Jawa Melawan VOC (1740-1743) di Taman Budaya Tionghoa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (14/11).

    "Pemerintah RI turut berduka atas aksi teror di Paris. Kami jajaran Kementerian Dalam Negeri tentu mengambil hikmah dari kejadian itu. Seluruh daerah kini harus senantiasa lakukan deteksi dini," kata Tjahjo.

    Menurutnya, pemerintah sudah memberikan peringatan kepada WNI di seluruh dunia agar berhati-hati. Dia menambahkan, agen travel juga patut mencermati WNI yang bepergian ke negara yang berbatasan dengan Suriah. Dengan begitu, tidak ada WNI yang kemudian bergabung dalam kelompok ISIS.

    "Kita sudah kecolongan, ada eselon II di Batam, tahu-tahu lari ke Suriah. Padahal, dia orang yang saya kenal cukup baik. Karenanya kita harus saling mengingatkan, membangun keimanan yang kuat," ujarnya.

    "Dengan adanya isu ISIS serta kelompok-kelompok radikal, maka deteksi dini adalah keniscayaan," pungkasnya.

    Secara terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, dirinya mengutuk keras aksi terorisme dan kekerasan di Prancis.

    "Saya menyampaikan duka mendalam bagi korban aksi terorisme dan kekerasan di Paris, dan juga kepada pemerintah dan rakyat perancis," demikian Presiden.

    Dalam pernyataan duka cita yang disampaikan Presiden sesaat sebelum keberangkatannya ke Turki, Presiden menyatakan terorisme, dengan alasan apa pun dan dalam bentuk apa pun, tidak dapat ditoleransi. "Pemerintah dan bangsa Indonesia mengutuk keras kekerasan dan kekejaman yang terjadi," kata Presiden.

    Untuk itu, Pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak untuk memperkuat kerjasama internasional dalam menghadapi terorisme.


    sumber: beritasatu.com


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Mendagri Ungkap Indonesia Negara Peraturan

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Indonesia sebagai negara peraturan lantaran banyaknya jumlah peraturan yang ada di tanah air. "Terkait efektivitas dan efisiensi yang menjadi arahan Presiden, ternyata negara kita negara…
  • sample9

    Mendagri Ingin Kembali Kedepankan Siskamling

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ingin kembali mengedepankan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk masalah penanganan konflik. Hal tersebut diungkapkan usai menutup Rapat Kordinasi Koordinasi Nasional…
  • sample9

    Tak Hanya Gafatar, Mendagri Minta Semua Ormas Ditelaah Kembali

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan radiogram ke seluruh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah se-Indonesia. Radiogram terkait keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta organisasi lain. "Sudah bikin radiogram ke…
  • sample9

    Mendagri: Stabilitas Nasional Tergantung Kerukunan Masyarakat

    <header 10;="" top:="" 0px;="" width:="" 360px;="" padding:="" margin:="" font-family:="" 'helvetica="" neue',="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" line-height:="" 17.6px;="" position:="" fixed="" !important;"=""><div class="fixed-top" 50px;="" background:="" rgb(210,="" 28,="" 30);"="">
  • sample9

    Kemendagri Fasilitasi Kepesertaan BPJS

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan…
  • sample9

    Ini Pesan Mendagri Terkait Pilkada Serentak

    Kecamatan masih dianggap sebagai tempat yang paling berpeluang besar melakukan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak di 296 wilayah provinsi, kabupaten/ kota, pada 9 Desember mendatang.…