Sabtu, 19 Januari 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Presiden Dinilai Punya Empat Alasan Ini untuk Laksanakan "Reshuffle"

  • Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio, menilai ada sempat alasan kuat bagi Presiden Joko Widodo bila hendak melaksanakan reshuffle kabinet di dalam waktu dekat.

    Pertama adalah faktor kinerja Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar, yang dianggap kurang maksimal mengatasi kebakaran hutan.

    "Asap ini bukan hanya merugikan masyarakat, tapi juga merugikan pemerintahan Jokowi. Negara tetangga terganggu. Indonesia dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia, Nama Indonesia tercoreng di mata internasional. Menhut layak di-reshuffle," jelas Agung dalam sebuah diskusi di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (5/10).

    Kedua, terkait kinerja Jaksa Agung M. Prasetyo yang rentan dipolitisasi sebagai kader Partai NasDem. Maka tak heran kemudian kalau belakangan nama sang jaksa agung dikait-kaitkan dengan kasus Gatot Pudjo Nugroho di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Dan kalau melihat hasil survei, hampir semua menyatakan penegakan hukum ini rendah. Sekalipun tidak terbukti, ini menyangkut pemerintahan Jokowi-JK," jelasnya.

    Ketiga, adalah soal ketidaksukaan PDI Perjuangan (PDIP) terhadap Menteri BUMN Rini Soemarno. PDIP sangat keras mengkritik proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Menurut Agung, hal itu bukan menargetkan Presiden Jokowi, tetapi sosok di balik proyek itu yakni Menteri Rini Soemarno.

    "Jadi PDIP sudah mulai kritis, bahkan beberapa anggotanya meminta Rini Soemarno diganti," katanya.

    Faktor keempat, menurut Agung, adalah masuknya PAN ke dalam koalisi pendukung pemerintahan.

    "Jadi ada empat pertimbangan faktor kalau Presiden Jokowi melakukan reshuffle," tandasnya.

    Ketua DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Riza Patria, menyatakan pihaknya akan mendukung Presiden Jokowi bila melaksanakan reshuffle. Saat ini, kata dia, banyak pihak yang menunggu realisasi janji presiden membentuk kabinet yang baik, profesional, dan mumpuni.

    "Kami merekomendasikan sudah saatnya presiden segera melakukan reshuffle jilid 2. Faktanya banyak kelemahan-kelemahan yang kita tahu," kata dia.

    "Masalah lain, koordinasi kabinet. Belum ada koordinasi. Satu tahun terlalu lama untuk mengkoordinasikan kerja antarmenteri. Itu waktu yang terlalu mahal dan lama. Tapi belum juga terlihat koordinasi yang baik. Bahkan menimbulkan kegaduhan di kabinet."


    Files Download :

Related Posts