Selasa, 19 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Mendagri Angkat Bicara Soal Atribut PKI di Karnaval Pamekasan

  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara mengenai insiden karnaval di Pamekasan, Madura. Dimana salah satu kelompok peserta karnaval membawa atribut berlambang PKI.

    Tjahjo berdasarkan penjelasan Kabakesbangpol Pamekasan mengatakan karnaval di Pamekasan dilaksanakan dengan tema pokok Sejarah Indonesia. Setiap sekolah yang ikut karnaval mendapatkan sub tema yang berbeda-beda dengan cara diundi.

    "Salah satu SMP swasta kebetulan mendapatkan topik "Penghianatan PKI", kemudian SMP tersebut menampilkan peragaan para jendral korban kekejaman PKI, tokoh-tokoh PKI, warga yang berperangai buruk PKI, dan lain-lain termasuk lambang logo bendera PKI," kata Tjahjo melalui pesan singkat, Minggu (16/8/2015).

    Dari karnaval tersebut, kata Tjahjo, kemudian tampaknya ada yg mengambil gambar-gambar dan mengunggahnya di Internet. Lalu, karena tidak disertai penjelasan apapun tentang gambar tersebut memunculkan berita yang simpang siur terlebih karena menyangkut persoalan yang angat sensitif.

    "Saat ini kepala SMP, beberapa guru, saksi dan termasuk Sekda Pamekasan tengah dimintai keterangan oleh Polres dan Kodim Pamekasan. Jadi intinya karnaval dan teatrikal yang menggambarkan peristiwa G30S PKI," imbuhnya.

    Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii mengaku tidak tahu terhadap munculnya simbol-simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam karnaval HUT ke-70 RI di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (15/8/2015).

    Saat ditanya, politisi Partai Demokrat ini hanya mengaku akan melakukan evaluasi bersama dengan Kodim dan Polres Pamekasan.

    "Saya baru tahu tadi kalau ada simbol-simbol PKI," ujar Bupati. Saat ini panitia penyelenggara karnaval sedang dipanggil pihak Polres Pamekasan.
    ?

    Sebelumnya diberitakan, salah satu kelompok peserta karnaval membawa atribut berlambang PKI, seperti bendera berukuran dua meter persegi, logo PKI dan gambar tokoh-tokoh PKI.

    Atribut itu diperagakan di hadapan Bupati, Wakil Bupati, pimpinan Polres dan Kodim serta pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pamekasan, dalam sebuah aksi teatrikal tentang kekejaman PKI.

    jauh pilkada merupakan upaya mewujudkan pemerintahan daerah yang berintegritas, efektif, dan menyejahterakan.


    Files Download :

Related Posts