Rabu, 27 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Presiden Diminta Tidak Goyah Terhadap Desakan Reshuffle

  • Pernyataan kontroversial antara presiden dan wakil presiden terjadi lagi. Wakil presiden Jusuf Kalla telah membuat pernyataan bahwa reshuffle perlu segera dilakukan dan tinggal menunggu waktu, sebaliknya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bukan reshuffle tetapi perlu adanya evaluasi terhadap menteri kabinetnya.

    "Wapres JK dan kita semua harus menyadari dan memahami bahwa reshuffle adalah hak prerogratif presiden, apalagi wapres juga sudah sangat mengerti dan memahaminya," tegas Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Firman Subagyo kepada SP, Jumat (8/5).

    Firman menegaskan, untuk menyikapi kinerja pemerintah yang masih belum maksimal dan belum banyak yang bisa diharapkan hasilnya oleh masyarakat atau kata lain kinerja pemerintah masih dianggap jeblok, seharusnya wakil presiden dan presiden meningkatkan koordinasi dan komunikasi untuk secara bersama-sama melakukan evaluasi.

    Serta untuk mencari apa akar permasalahan sehingga kinerja pemerintah dan para menteri tidak maksmal.

    Reshuffle juga tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah baru ketika reshuffle hanya untuk menempatkan orang-orang tertentu yang merupakan bagian skenario politik pemberian jatah kepada parpol tertentu.

    Untuk itu, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR itu, meminta sebaiknya Presiden tidak goyah atas desakan wapres dan kelompok tertentu untuk melakukan reshuffle kabinet.

    "Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat harus dapat mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada rakyat bukan kepada kelompok tertentu dan kepada wapresnya," tegasnya.

    Presiden juga harus sadar bahwa disekitarnya ada pihak-pihak tertentu yang mungkin akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan atau bahkan mengingingkan Presiden Jokowi Jatuh.

    "Pak Jokowi harus selalu waspada banyak musuh dalam selimut," ingatnya.

    Menurut Firman, kalau Wapres dan Presiden setiap saat menunjukan ketidakkompakannya/ketidak serasiannya maka akan sangat berbahaya dalam kelangsungan pemerintahan Jokowi-JK hanya tinggal menunggu waktu kehancuran. Sebab, rakyat juga sudah jenuh melihat semuanya ini.

    "Maka dari itu, kalau ada reshuffle tentunya harus betul-betul merupakan kebutuhan atas dasar evaluasi Presiden, bukan desakan dari Wapres atau kelompok-kelompok tertentu dan bukan untuk bagi-bagi jabatan," tandasnya.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    SBY Siap Sambut Presiden Terpilih

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap menyambut presiden baru, yang terpilih pada pemilihan presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang. Siapapun yang menang, baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto, SBY akan…
  • sample9

    13 Instruksi Presiden Soal Pelaksanaan Pilpres 2014

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka Rakornas Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat.     "Pada kesempatan ini…
  • sample9

    Presiden Yang PRO dengan Rakyat

    Ketika kita melihat televisi, baliho, dan iklan dipinggir jalan, banyak yang berlomba menampakkan dirinya untuk mencalonkan sebagai seorang pemimpin Negara. Di Indonesia sendiri lebih mengenalnya dengan kata Presiden. Ya.. kata…
  • sample9

    Presiden yang Mampu Bekerjasama dengan Rakyatnya

    Apa jadinya ketika tidak ada seorang nahkoda di suatu kapal yang tengah dalam perjalanan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Atau apa jadinya ketika tidak ada seorang pilot yang berada…
  • sample9

    Siap-siap Sambut Presiden Anyar

    SUSILO Bambang Yudhoyono tinggal sebentar lagi menjabat presiden. Jika tak ada aral melintang, rakyat Indonesia akan mempunyai…
  • sample9

    Presiden SBY: Pemilu Tidak Perlu Gaduh

    Makassar - Ajang Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata. Dimulai dari pemilihan legislatif (Pileg), 9 April. Kemudian dilanjutkan pemilihan…
  • sample9

    Presiden SBY Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2013) pagi. Upacara dihadiri Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Wakil Presiden…