Selasa, 19 Maret 2019 | Selamat Datang di Website Kesbangpol...
 
 

Jangan Hanya Hadir Saat Pemilu

  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan semua partai politik (parpol) agar jangan hanya hadir saat pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan kepala daerah (pilkada).

    Parpol harus hadir dalam setiap sisi kehidupan masyarakat. Jika hanya hadir saat pemilu, masyarakat akan meninggalkan parpol. Hal itu sangat berbahaya karena parpol adalah pilar utama demokrasi.

    "Parpol tentu tidak hanya hadir saat pemilu atau pilkada, tapi parpol juga harus hadir untuk pecahkan masalah nyata yang dihadapi rakyat dan mencari solusi atas persoala yang dihadapi rakyat," kata Jokowi saat menghadiri menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Amanat Nasional (PAN) di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (6/5) malam.

    Jokowi didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja di antaranya Menko Polhukam Tedjo Edy P, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Agraria Fery M Baldan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Perindustiran Saleh Husein.

    Saat memasuki ruang acara, Jokowi disambut Ketua Umum PAN Zulkifi Hassan dan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Soetrisno Bachir. Hadir pula sejumlah tokoh partai politik (parpol), baik dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) maupun Koalisi Merah Putih (KMP). Dari KIH terlihat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen Partai Nasdem Rio Capello, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum PKPI Sutiyoso.

    Sementara dari KMP hadir Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Anis Matta, Ketua PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz, Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketua Harian Partai Demokrat Syarif Hassan. Tampak pula mantan Ketua Umum Muhamadiyah Syafi Marif, Ketua DPD Irman Gusman, dan Ketua DPR Setya Novanto.

    Jokowi menjelaskan ada beberapa hal utama guna meningkatkan kelembagaan parpol. Pertama, penguatan sistem kaderisasi parpol. Kedua, pembenahan secara radikal terkait rekrutmen kader parrtai. Ketiga, parpol harus bisa mengelola konflik internal Keempat, pengelolaan keuangan perlu diperhatikan guna melahirkan parpol yang bersih. "Semua ini sangat penting untuk hadirkan parpol yang dapat dipercaya dan mengemban amanat rakyat," tegasnya.

    Dia menambahkan, negara lain khususnya di ASEAN iri dengan kemajuan demokrasi di Indonesia. Mereka ingin meniru, tetapi belum ada yang berhasil. Namun Jokowi mengingatkan agar jangan cepat puas dengan hasil yang diraih. Masih banyak persoalan dalam pembangunan demokrasi dan peningkatan kelembangaan parpol yang harus dibenahi.


    Files Download :

Related Posts

  • sample9

    Jokowi: Jangan Sampai Pemilu Hilangkan Kerukunan Bangsa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia jangan sampai terpecah belah karena persoalan pilkada dan pemilu. Presiden meminta para politikus memberikan contoh pendidikan politik yang baik…
  • sample9

    Jokowi Ditantang Berani Tiru Bung Karno

    Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK telah melewati 100 hari masa kerja. Beberapa menteri dinilai berkinerja buruk selama tiga bulan menjabat dan mulai muncul desakan Jokowi segera mencopot menteri tersebut.   Politikus…
  • sample9

    Perombakan Kabinet Kerja Jokowi Jadi Suatu Kebutuhan

    Pengamat dari Populi Center, Nico Harjanto, memprediksi Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, reshuffle adalah suatu kebutuhan untuk menciptakan pemerintahan yang…
  • sample9

    Kepercayaan Publik Terhadap Jokowi Masih Tinggi

    Pengamat dari Populi Center, Nico Harjanto, menyebut kepercayaan masyarakat kepada Presiden Joko Widodo masih cukup tinggi. Menurutnya, 70 persen masyarakat memberikan nilai 6-10 terhadap…